Categories: Uncategorized

Untuk pertama kali pasangan WNI menikah di Masjid Kul Sharif Kazan, Rusia

Suasana sumringah dan bahagia terpancar dari wajah Zuhdy Wafa Nauvall (Aldy) dan Anggitasari Mumpuni (Anggita), sepasang WNI yang telah melaksanakan pernikahan secara agama Islam di Masjid Kul Sharif Kazan, Rusia. Suhu diluar yang mencapai minus 15 celcius tidak menghalangi mereka untuk melaksanakan ijab qabul di salah satu masjid tercantik di Rusia. Mereka beruntung, selain Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, hadir pula Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan. Acara yang berlangsung tanggal 15 Desember 2016 itu juga diliput oleh media lokal.

Suasana pernikahan Aldy dan Anggita di Rusia (KBRI Moscow)

“Ini peristiwa bersejarah bagi Republik Tatarstan, salah satu negara bagian Rusia, karena  untuk pertama kalinya sepasang WNI menikah di sebuah masjid di Kazan. Bahkan Presiden (Kepala Republik) Tatarstan, Rustam Minnikhanov menaruh perhatian dan mengutus Menteri Kebudayaannya untuk hadir pada acara tersebut sehubungan beliau akan melakukan kunjungan keluar negeri pada saat bersamaan” ujar Dubes Wahid yang sehari sebelumnya bertemu dengan Presiden Minnikhanov di kantornya.

Imam masjid Kul Syarif, Ilfar Hazrat Hasanov secara langsung memimpin acara pernikahan tersebut secara agama Islam. Sebelumnya telah dilakukan proses registrasi acara pernikahan kedua mempelai dengan melampirkan visa kedatangan di Russia yang akan dicantumkan dalam sertifikat nikah. Hal ini dilakukan disamping sebagai catatan Masjid Kul Syarif juga untuk pemberian sertifikat nikah yang akan ditulis dalam ejaan bahasa Russia dengan memakai huruf cyrillic.

Dalam sambutannya Dubes RI menyambut baik upaya pasangan tersebut dan berharap keduanya akan menjadi jembatan penyambung antara Rusia dan Indonesia khususnya dalam kerangka hubungan “people to people”. Sementara Menteri Kebudayaan Tatarstan menyatakan bahwa Kazan mendapat kehormatan bagi penyelenggaraan acara pernikahan tersebut, karena yang selama ini terjadi warga negara Rusia melakukan pernikahan di Bali. Dia berharap semakin banyak wisatawan Indonesia berkunjung ke Tatarstan mengingat banyaknya kesamaan antara Tatarstan dan Indonesia karena mayoritas warganya beragama Islam.

Pernikahan Aldy dan Anggita (KBRI Moscow)

Selesai acara dilanjutkan dengan resepsi sederhana yang dihadiri oleh kerabat terdekat dan keluarga besar mempelai, Staf Kedutaan dan mahasiswa Indonesia yang belajar di Kazan. Dalam perbincangannya dengan Dubes RI, Aldy menyatakan niatnya untuk menikah di Rusia didorong oleh berita yang menyebutkan bahwa Rusia menjadi tempat sekitar 20 juta muslim tinggal, yang artinya penduduk muslim terbesar di Eropa ada di Rusia. Hal ini jauh dari bayang-bayang bahwa dulu negara ini bagian dari Uni Soviet. Aldy juga menyatakan ketertarikannya untuk memanfaatkan peluang bisnis yang masih terbuka di Rusia.

Pernikahan Aldy dan Anggita (KBRI Moscow)

Sebagai informasi, Kazan adalah ibu kota dari Republik Tatarstan dan terletak 816 km sebelah timur Moskow dengan penerbangan sekitar 1 jam 20 menit. Menurut sensus tahun 2015, jumlah penduduk Kazan sekitar 1,216,965 dengan berbagai ragam etnik yaitu Rusia, Tatars, Ukraina, Azerbaijan dan Yahudi. Penduduk Kazan mayoritas beragama Islam Sunni kemudian disusul Kristen Ortodoks, Katolik Roma, Protestan dan Yahudi. Wisata utama di Kazan adalah Masjid Kul Syarif yang terdapat di lingkungan Kremlin Kazan. Disamping itu juga terdapat hotel dan entertainment complex dengan aquapark yang disebut “Kazan Riviera” yang menjadi magnet dalam menarik turis baik dalam negeri maupun turis asing. (Sumber: KBRI Moskow)

IL

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

7 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago