Categories: Uncategorized

Pernyataan Lucy Aharish, anchor Arab-Israel yang mampu mencabut jantung di dada

Berikut ini pernyataan Lucy Aharish, anchor Arab-Israel tentang Aleppo yang seakan mampu mencabut jantung dari rongga dada:

Sekarang di Aleppo, sekitar 8 jam perjalanan dari Tel Aviv, tengah terjadi genosida. Tepatnya pembantaian atau pembinasaan. Ya pembantaian. Mungkin kita tidak mau mendengar kata itu, atau tidak mau menghiraukan bahwa di Abad ke-21, di zaman media sosial, di saat informasi dapat dibaca di genggaman anda. Di dunia di mana anda dapat melihat dan mendengar para korban dan cerita yang menakutkan benar-benar terjadi.

Dan di dunia ini, kita hanya berdiri tanpa melakukan apapun, ketika anak-anak dibantai setiap jam. Jangan tanya saya siapa yang benar dan salah. Siapa yang baik dan siapa yang jahat, karena tidak seorang pun tahu, dan tidak peduli.

Seorang bocah diselamatkan seorang relawan (Reuters.com)

Yang pasti, semua itu terjadi di depan mata kita. Dan tidak seorang pun di Prancis atau di Inggris atau di Jerman atau di Amerika Serikat, berbuat sesuatu untuk menghentikan semua itu. Siapa yang melakukan aksi parade di jalan-jalan bagi para lelaki atau perempuan Suriah? Siapa yang mau berteriak-teriak untuk para bocah Suriah? Tidak seorang pun.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa tengah menggelar sejumlah pertemuan, dan menyapu air mata ketika mereka menyaksikan tayangan yang menggambarkan seorang ayah menggendong jasad anak perempuannya yang mati. Hanya ada satu kata untuk menyatakan hal itu: Hipokrit!!

Saya berdarah Arab, Saya Muslim, dan saya warga negara Israel. Saya juga warga dunia, dan saya merasa malu. Saya malu sebagai manusia, kita memilih para pemimpin yang tak mampu mengutuk dan melakukan tindakannya. Saya juga malu bahwa Dunia Arab yang dijadikan sandera bagi kaum teroris dan pembunuh, dan kita tidak berbuat apa-apa. Saya juga malu sebagai mayoritas umat manusia yang cinta damai, ternyata tidak relevan lagi.

Apakah kita perlu diingatkan kembali: Armenia, Bosnia, Darfur, Rwanda, dan Perang Dunia II? Tidak. Kita tidak perlu diingatkan lagi. Albert Einstein pernah mengatakan, ‘’Dunia tidak akan dihancurkan oleh mereka yang melakukan kejahatan, namun oleh mereka yang hanya menyaksikan ulah kaum iblis, tanpa berbuat apapun.’’

IL

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

10 hours ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 week ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

1 week ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago