Pasukan anti huru-hara Inggris diterjunkan untuk mengendalikan kerusuhan tahanan di sebuah penjara di Birmingham, Inggris. Deutsche Welle mengabarkan Jumat (16/12/2016), mereka yang tergabung dalam ‘Tim Tornado’ tampak berjaga-jaga di empat pintu gerbang penjara yang dihuni 1.450 narapidana. Televisi Sky News mengabarkan sebanyak 400 narapidana ditangkap karena terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Beberapa jam sebelum kerusuhan terjadi pukul 9.00 malam, sejumlah narapidana menelepon media lokal. Mereka menyebutkan kerusuhan bakal terjadi karena kondisi penjara yang parah. Penjara yang dibangun pada zaman Victoria tahun 1849 itu, tidak memiliki staf yang cukup. Penjara yang dikelola perusahaan swasta G4S itu juga tidak dilengkapi peralatan kesehatan yang memadai dan makanan yang disajikan tidak bergizi.
Media lokal mengabarkan, kerusuhan itu disulut oleh insiden seorang sipir penjara yang disandera seorang napi menggunakan jarum suntik, sementara napi lainnya merampas rangkaian kunci sel penjara. ‘’Dengan kunci itu, mereka menguasai kawasan rumah tahanan dan menduduki blok-blok penjara,’’ bunyi pernyataan resmi kepolisian Inggris.
Kerusuhan narapidana tidak terjadi kali ini saja. November lalu sekitar 200 narapidana mengamuk di sebuah penjara di Inggris Tengah. Di bulan yang sama ribuan opsir penjara di Inggris dan Wales, mogok kerja karena meningkatnya aksi kekerasan di penjara. Mereka juga khawatir dengan keselamatan para petugas dan napi. Sebulan sebelumnya, terjadi perang mulut dan tarik ulur negosiasi antara polisi dan narapidana di Tenggara Inggris. (DP)
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…