Aksi protes mendukung Trump hanya diikuti delapan orang

Sebuah aksi protes turun ke jalan mendukung kebijaksanaan Presiden Donald Trump terjadi di Portland, Maine.

The Huffington Post mengabarkan Senin (6/2/2017), aksi protes yang digelar akhir pekan lalu itu, mengundang perhatian banyak pihak, terutama di media sosial. Bukan karena aksi unjuk rasa itu menghebohkan, ‘’tapi aksi itu hanya dilakukan oleh delapan orang,’’ bunyi laporan stasiun televisi CBS lokal yang meliput aksi di Monument Square, Portland, tersebut.

 

William Hall dari Kota Gray, Kecamatan Cumberland, Maine, mengorganisasi aksi dukungan Trump yang mencekal pengungsi dan warga dari tujuh negara Islam. Kepada wartawan, Hall dan ke-7 demonstran menjelaskan bahwa aksi itu mereka lakukan untuk menyaini aksi yang menentang perintah eksekutif Presiden Trump.

Menurut Hall dan para demonstran mengaku tidak seluruhnya setuju dengan tindakan Trump. ‘’Namun pencekalan atas warga dari 7 negara adalah tindakan yang tepat dilakukan dewasa ini,’’ kata Hall. ‘’Kita perlu pengecekan lebih ketat terhadap kaum imigran yang masuk ke AS,’’ katanya lebih lanjut. ‘’Bukankah kita punya perbatasan. Dan membuka perbatasan, sama halnya punya rumah tanpa pagar. Sederhana saja,’’ kata Hall.

 

Dan, protes delapan orang itu jadi bulan-bulanan di media sosial. Seperti Adrienne Kisson yang menulis: ‘’Beberapa orang di hari ulang tahunku dan saya tidak suka,’’ tulisnya di Twitter. Sedangkan pemilik akun el-dolor menulis: Kota metropolitan Portland yang berpenduduk 500 ribu orang, kok cuma 8 yang nongol membela bosmu’’. Bahkan ada yang kocak, seperti ditulis JustZack: ‘’Bohong. Bukan delapan orang tapi delapan ribu di sana. Trump tahu, Spicer tahu, dan media yang bohong. Sedih deh’’. Yang kelewatan ditulis Andy: ‘’Inilah aksi protes terbesar yang mendukung Presiden. Di seluruh dunia maupun secara pribadi’’.

.

Recent Posts

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 days ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

7 days ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

2 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 weeks ago