Kepemilikan senjata di AS bakal marak

Pemilik senjata dipastikan bakal marak, setelah Presiden Donald Trump mendukung dan tidak akan melarang kepemilikan senjata di AS.

NBC News mengabarkan, hal itu diutarakan Trump dalam pidatonya di konperensi Asosiasi Senjata Nasional, NRA di Atlanta, Georgia, Jumat (28/4/2017). ‘’Saya tidak akan melanggar hak setiap orang untuk memiliki senjata,’’ kata Trump yang disambut tepuk tangan meriah anggota NRA. ‘’Tidak akan pernah!,’’ teriaknya lagi.

 

Lebih lanjut, Trump menegaskan, ‘’Pelecehan Amandemen Kedua yang berlangsung selama delapan tahun telah berakhir,’’ katanya, menyebut pemerintahan Obama yang membatasi pemilikan senjata. Selama delapan tahun sebelumnya, Obama mengawasi secara ketat calon pemilik senjata, terutama bagi mereka yang mengidap kelainan jiwa. Langkah itu diterapkan Obama, setelah banyaknya kasus penembakan yang dilakukan warga kurang waras.

Beberapa hari setelah menjadi presiden AS Februari lalu, Donald Trump diam-diam menanda tangani RUU yang menghapus regulasi pengetatan pemilikan senjata di jaman Obama. Sementara itu, NRA dan grup lain mendukung langkah Trump tersebut. ‘’Perintah eksekutif itu menandai era baru pelarangan pemilikan senjata,’’ kata Chris Cox, eksekutif direktur NRA-ILA, kelompok pelobi penggunaan senjata di parlemen. ‘’Apalagi, kini kita punya presiden yang mendukung dan menghormati kepemilikan senjata,’’ lanjutnya.

Menurut data yang dihimpun laman Mother Jones, 7,7 juta warga AS memiliki sekitar 8 hingga 140 pucuk senjata tajam, atau per orang rata-rata memiliki 17 senjata api. Riset yang digelar Harvard University dan Northeastern University mengungkapkan para pemilik senjata terdiri dari para instruktur, kolektor senjata, anggota klub tembak dan ‘Prepppers’ penimbun senjata yang berjaga-jaga menghadapi hari kiamat.

Banyak di antara mereka memiliki ruang pamer khusus di rumah mereka, dan banyak pula yang menimbun senjata di dalam tanah untuk berjaga-jaga bila terjadi bencana. Dan diperkirakan langkah Trump itu, akan menambah 75 ribu orang yang akan antre beli senjata. Apalagi, kini peredam suara senjata telah dilegalkan dan dijual bebas.

.

Recent Posts

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

4 days ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

1 week ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

2 weeks ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago