Categories: DiasporaEconomy

Mahaguru Sekte India Bersemedi dalam peti es

Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana, India mengizinkan para penganut sebuah aliran untuk tetap memuja Ashutosh Maharaj, pemimpinnya yang kini disimpan di sebuah peti es.

The Guardian mengabarkan Kamis (6/7/2017), izin itu diberikan, setelah pengadilan menolak permohonan putra Ashutosh Maharaj untuk melakukan kremasi pemimpin tersebut. ‘’Kami tidak tahu, kenapa pengadilan yakin bahwa Maharaj masih hidup, sehingga petisi kami ditolak,’’ kata Dalip Kumar Jha, putra pemimpin agama itu.

Ashutosh Maharaj, pemimpin sekte Divya Jyoti Jagriti Sansthan meninggal dunia karena serangan jantung pada Januari 2014. Namun para pemeluk sekte Hindu itu, tak yakin hal itu terjadi. Sebaliknya, mereka percaya bahwa Ashutosh Maharaj yang meninggal dunia di usia 50-an tahun itu tengah bersemedi dalam kondisi yang sangat dalam sehingga terlihat seperti mati.

Menurut pemeluknya, bersemedi seperti itu, pernah dilakukan Ashutosh beberapa kali di Gunung Himalaya yang suhu udaranya di bawah nol. Karena itu, para pemujanya menempatkan jasad Ashutosh Maharaj ke dalam sebuah peti es, dan disemayamkan di pusat sekte itu di Kota Delhi, India.

Dalip Kumar Jha, putranya dan Puran Singh, bekas sopirnya menuntut agar jasad Maharaj itu dikremasi sesuai dengan adat Hindu yang berlaku. Mereka bahkan menuduh para simpatisan Sekte Divya Jyoti Sansthan itu memanfaatkan kematian Maharaj, guna menggalang dana lebih banyak lagi bagi perkumpulan mereka.

Maklum, Sekte Divya Jyoti Sansthan yang didirikan oleh Ashutosh Maharaj di Kota Jalandhar, Punjab pada 1983 itu punya jutaan pemuja yang tersebar di seluruh dunia. Mulai dari India, AS, Amerika Selatan, Australia, Timur Tengah dan Eropa, sehingga mereka memiliki properti di berbagai belahan dunia yang nilai totalnya mencapai $ 120 juta.

SaveSave

.

Recent Posts

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

4 weeks ago