Siti Aisyah, perempuan Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam menyatakan diri tidak bersalah dalam pengadilan awal yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia Jumat (28/7/2016). Kantor Berita Associated Press mengabarkan, kedua perempuan itu dituduh membunuh Kim Jong Nam, saudara tua Kim Yong-un, Pemimpin Korut pada 13 Februari lalu.
Waktu itu, Kim Jong Nam yang tengah menunggu penerbangan menuju Macao di Bandara Kuala Lumpur tiba-tiba disiram cairan yang ternyata cairan VX. Kim Jong Nam, akhirnya meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit dekat bandara.
Dalam pembelaannya, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, mengaku mereka hanya menjadi korban dari komplotan pembunuh dari Korea Utara yang menyamar sebagai produser sebuah acara televisi Prank atau gurauan televisi. Melalui pengacaranya, Siti Aisyah menuturkan ia direkrut seorang lelaki Korut bernama James, Januari lalu, untuk membintangi video prank. Keduanya bertemu saat berada di sebuah tempat minum di Kuala Lumpur Malaysia.
Beberapa hari kemudian, Siti Aisyah, diminta James melakukan praktek uji coba dengan mengurapkan sambal pedas ke seorang korban. Akal-akalan itu dilakukan di sejumlah mall, hotel dan bandara dan direkam James di telepon genggam. ‘’Untuk setiap adegan, Siti Aisyah dibayar $ 100 hingga $ 200,’ tutur Gooi Soon Seong, pengacaranya. ‘Itung-itung lumayan daripada jadi pembantu di Malaysia,’’ kata Gooi menambahkan.
Pada Januari lalu, James mengajak Siti terbang ke Kamboja dan memperkenalkan dengan Chang, salah seorang produser Korut yang hendak memproduksi acara televisi itu. Siti tak tahu bahwa Chang tak lain adalah Hong Song Hac, satu dari empat warga Korut yang jadi tersangka kasus pembunuhan tersebut. Setelah kembali ke Kuala Lumpur, Siti diminta mempraktekkan lagi gurauan itu di Bandara Kuala Lumpur. Kali ini yang jadi sasaran bukan warga biasa, melainkan Kim Jong Nam, saudara tua Kim Jong-un yang hendak dihabisi karena dianggap mengancam kedudukan pemimpin Korut.
Polisi Malaysia menahan James yang ternyata adalah Ri Ji U, satu dari tujuh tersangka Korut yang dicari kepolisian Malaysia. Empat orang meninggalkan Kuala Lumpur, sedangkan tiga lainnya berlindung di dalam Kedubes Korut di Malaysia. Setelah berunding, ketiganya dibebaskan pulang ke Pyongyang dan diganti engan 9 warga Malaysia yang ditahan di Korut.
Kini tinggal Siti Aisyah yang ketiban sial. Perempuan Indonesia berusia 25 tahun itu berharap kepada keluarganya untuk mendoakannya. ‘’Agar kasus ini segera selesai dan saya bisa kembali ke Indonesia,’’ katanya. Maklum, Siti Aisyah menggantungkan nasibnya pada keterangan James, soal penyiraman air keras itu. ‘’Pengakuan James dibutuhkan agar Siti bisa terbebas dari ancaman hukuman mati,’’ kata Goo Soon Seong pengacaranya.
SaveSave
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…