Categories: DiasporaPolitics

Propaganda ISIS Tampilkan Bocah AS

ISIS mengeluarkan video propaganda baru yang menampilkan Yousef, bocah berusia 10 tahun yang mengaku putra seorang serdadu AS, yang hijrah ke Suriah bersama ibunya dua tahun lalu.

NBC News mengabarkan Rabu (23/8/217), Yousef yang berbicara bahasa Inggris dengan lancar mengaku awalnya tak tahu menahu tentang Islam. ‘’Ketika tiba di Negara Islam bersama ibuku, saya belajar agama Islam. Padahal sebelumnya, saya tak tahu menahu tentang Islam, kecuali namanya,’’ kata Yousef yang tampaknya membaca skenario dengan bahasa Inggris logat Amerika itu.

Dalam video berdurasi 7 menit itu, Yousef mengaku berada di Raqqa, Suriah, basis ISIS berkekuatan 2000 milisi bersenjata ISIS. Dalam beberapa adegan, Yousef tampak bermain dengan sahabatnya yang berusia 7 tahun di sebuah gurun. Di latar belakang tampak pasukan ISIS mempersiapkan diri untuk berperang. Kedua bocah itu, menyebut Presiden Donald Trump dan mengancam Amerika Serikat.

Menurut Laith Alkhouri, dari perusahaan keamanan Flashpoint, video itu merupakan rekaman pertama yang ditujukan bagi warga Amerika. ‘’Video itu hendak mengirimkan pesan bahwa mereka berhasil menanamkan ideologinya kepada anak-anak Amerika, sehingga Washington tidak berdaya apa-apa,’’ ujar Laith Alkhouri. Menurutnya, ISIS ingin dunia yakin bahwa hidup di Raqqa cukup stabil, sehingga warga setempat bisa terlindungi. ‘’Padahal kenyataannya, Raqqa dalam kondisi bahaya dan brutal. ISIS mengendalikan kota itu setiap hari,’’ tutur Laith Alkhouri.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi anti-teroris AS mengaku telah melihat video propaganda itu. ‘’ISIS acapkali menampilkan warga asing dalam propagandanya, untuk menunjukkan bahwa mereka terdiri dari multietnis dan beragam. ISIS juga menggunakan propaganda untuk mengalihkan perhatian dari kawasan mereka yang kini semakin sempit,’’ tutur pejabat tinggi AS itu.

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 day ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

1 week ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago