Telepon Gratis ke Indonesia T-Mobile Berakhir 12 November 2017

Penyelenggara saluran telepon T-Mobile akan menghentikan layanan ’Unlimited Plan’ yang selama ini dinikmati pelanggannya secara gratis. Artinya, pelanggan tidak bisa bebas menelepon Mexico dan Canada secara gratis. Termasuk warga Indonesia. Mereka yang selama ini dapat menelepon ke tanah air dengan T-Mobile secara gratis, kini tidak dapat lagi menikmati layanan itu, mulai 12 November 2017.

Dalam websitenya, T-Mobile menjelaskan bahwa banyak pelanggan yang menggunakan ebih dari 5GB data per bulan seperti yang ditentukan,’’ tulisnya. Tak jelas siapa pelanggan yang dimaksudkan itu. T-Mobile menambahkan, pelanggan masih bisa berhalo-halo ke luar negeri jika datanya sudah mencapai batas 5GB, ‘’Lebih dari itu ya kresek-kresek dan banyak gangguan, sehingga tidak bisa berkomunikasi secara jelas,’’ lanjutnya.

T-Mobile tidak lagi menyediakan layanan Simple Choice bagi pelanggan baru. Pelanggan bisa menikmati layanan telepon internasional dengan membayar ekstra $ 25.00. Atau, seperti yang dilakukan warga Indonesia, menggunakan media sosial seperti WhatsApp, walaupun terkadang tidak begitu jelas suaranya.

Layanan komunikasi ke luar negeri gratis, atau dikenal dengan ‘Mobile Without Border’ diluncurkan pertama kali tahun 2015.  Program layanan ini merupakan pengembangan dari layanan roaming internasional gratis yang pernah diluncurkan 2013.

Mudah-mudahan penghentian ‘Unlimited Plan’ T-Mobile ini tidak terdampak bagi pelanggan warga Indonesia. Kalaupun tidak bisa menggunakan T-Mobile lagi, tersedia provider lain yang menyediakan layanan telepon internasional, dengan biaya yang berbeda tentu saja. DP

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

4 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago