Langit London Berwarna Jingga Kekuningan

Langit Ibukota London, Inggris yang biasanya berwarna biru, berubah menjadi kuning, bahkan matahari lebih berwarna merah, Senin pagi (16/10/2017).

Harian Express mengabarkan, ratusan warga Inggris mulai dari Selatan hingga Barat serta Utara Scotlandia mempertanyakan perubahan warna itu di linimasa. Selain memasang foto-foto di akunnya, mereka juga mempertanyakan warna kuning dan udara yang terasa agak panas dari biasanya. Bahkan banyak di antaranya yang menyebut ‘’Kiamat telah tiba’’ menggunakan pagar #apocalyptic.

Langit Jingga itu tak lain disebabkan oleh Badai Ophelia yang menyeberangi Irlandia dan Inggris hari itu, dan menyebabkan banyak kabel listrik putus. Badai Ophelia itu hawa panas dari Gurun Sahara dan mengirim debu dan pasir melintasi Spanyol lalu ke Inggris.

Grahame Madge, jurubicara Badan Meteorologi menyebutkan, warga jingga kekuningan di atas London memang ada hubungannya dengan Badai Ophelia,’’ katanya. Menurutnya, sistem udara yang berputar di sekitar Pantai Barat Irlandia, menyebabkan udara kawasan Timur berputar melawan arah jarum jam, sehingga menyedot udara dari Selatan yang terdiri dari pasir Gurun Sahara. ‘’Debu Sahara yang naik ke lapisan atmosfir menyebabkan sinar matahari seperti sore hari. Sama halnya ketika hari menjelang senja,’’ tutur Grahame Madge.

Selain itu, Badai Ophelia membawa hawa panas dari Iberia dan Afrika Utara. ‘’Hari ini merupakan puncaknya, dan akan berlangsung sampai esok hari,’’ lanjut Grahame Madge. Fenomena alam ini menyebabkan bau aneh di Inggris. ‘’Seperti bau gas,’’ bunyi penjelasan kepolisian Dorset. Sementara itu, Badan Penanggulangan Penyakit Asma Inggris mengeluarkan peringatan agar para penderita penyakit pernapasan itu diminta tidak keluar rumah.

Dua orang tewas karena terserang badai Ophelia. Satu perempuan berusia 50-an tahun yang terhempas terkena angin kencang, saat mengemudi mobil, dan satu lelaki yang tengah menggunakan gergaji mesin. Sekitar 220 ribu rumah penduduk masih mengalami listrik padam.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

4 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago