AS dan Rusia tampaknya akan segera mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis Suriah, setelah kelompok gerilyawan ISIS terkalahkan.
Business Insider mengabarkan Jumat (10/11/2017), jika kesepakatan itu tercapai, maka Presiden Trump dan Presiden Putin akan mengumumkannya di Danang, Vietnam. Hal itu dimungkinkan setelah terlihat tanda-tanda bahwa kelompok ekstrim di ISIS di Suriah dan Irak, akan dikalahkan.
Kini, kelompok yang terlibat peperangan dalam krisis Suriah, tidak lagi menjadikan ISIS sebagai prioritas. Mereka mengalihkan perhatian pada konflik bersenjata antara Pemerintahan Bashar al-Assad dengan kelompok gerilyawan anti Suriah. Mereka juga tengah berupaya menyelesaikan campur tangan Iran di Suriah.
Kesepakatan Rusia dan AS akan difokuskan pada tiga elemen utama. Pertama, adalah langkah menghindari konflik atau disebut ‘deconfliction’ antara tentara Rusia dan AS. Kedua, mengurangi aksi kekerasan dalam perang saudara di Suriah dan ketiga, menghidupkan kembali perundingan damai yang dipimpin PBB. Seperti diketahui, belakangan ini, para satuan militer Rusia dan AS hampir terlibat adu kekuatan di Suriah, padahal kedua negara tersebut sepakat untuk tidak saling menghindari konflik. Kesepakatan itu juga berupaya membangun zona damai di sejumlah kawasan Suriah yang mulai reda.
Yang dikhawatirkan AS dan juga Israel, adalah kehadiran milisi bersenjata Iran di Suriah yang akan mengeksploitasi kekuasaan di Suriah. Kedua negara adidaya itu juga sepakat untuk mendukung upaya PBB untuk melanjutkan lagi perundingan damai yang pernah digelar di Jenewa. Termasuk mencari jalan terjadinya transisi politik yang damai di Suriah dan menyelesaikan perang saudara. ‘’Kami yakin proses Jenewa adalah jalan terbaik. Sayangnya, langkah itu masih jauh, tapi kami mulai mulai mendekati,’’ tutur Heather Nauert, jurubicara Kementerian Luar Negeri AS.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…