Penyanyi Mesir diadili karena hina Sungai Nil

Sherine Abdel-Wahab, penyanyi wanita Mesir yang namanya ngetop dihadapkan ke depan pengadilan, karena mengeluarkan kata-kata yang dianggap menghina Sungai Nil.

The New York Times mengabarkan Rabu (15/11/2017), dalam video yang beredar di linimasa, Sherine memperingatkan penggemarnya agar tidak minum air Sungai Nil, karena bakal jatuh sakit. ‘’Lebih baik kalian minum air mineral Evian,’’ kata Sherine menyebutkan salah satu merk air mineral dari Prancis itu.

Peristiwa itu terjadi saat Sherine Abdel-Wahab diminta seorang penggemarnya menyanyikan lagu ‘’Have You Drunk from The Nile’’. Penyanyi perempuan berusia 37 tahun itu bukannya menyanyi malah memperingatkan minum air Sungai Nil membahayakan tubuh. ‘’Kalian bisa terjangkit bilharzia,’’ kata Sherine menyebut penyakit menular yang disebarkan parasit cacing dan kini tengah dibasmi Pemerintah Mesir.

Meski Sherine minta maaf, namun serikat musikus Mesir menyatakan melarang Sherine tampil di Mesir. Kantor kejaksaan Mesir juga menuntut Sherine yang kondang di Mesir dan negara-negara Arab itu dihadapkan ke pengadilan pada 23 Desember nanti. Tuduhan yang dijatuhkan Sherine, salah satu juri ‘The Voice’ versi Arab itu adalah melakukan penghinaan dan mengancam kepentingan masyarakat. Apalagi, Mesir khawatir tidak kebagian air Sungai Nil akibat pembangunan bendungan oleh Ethiopia. Sungai Nil pun menjadi isu politik yang sensitif.

Dalam permintaan maafnya, Sherine Abdel Wahab mengungkapkan bahwa video itu adalah rekaman setahun lalu dalam sebuah konser di Uni Emirat Arab, UAE. ‘’Allah tahu betapa besar kecintaan dan loyalitas saya pada Mesir,’’ katanya.

Sherine Abdel-Wahab bukan artis pertama yang berurusan dengan hukum Mesir. Tahun 2016, seorang penari perut divonis penjara 6 bulan karena mengenakan kostum bendera Mesir. Seorang komedian juga dihukum karena menyebarkan balon dari kondom pada polisi yang berjaga-jaga di Tahir Square. September lalu, Mashorou’ Leila, penyanyi sebuah band Lebanon ditangkap karena mengaku di depan umum bahwa ia adalah seorang gay.

.

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

18 hours ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

2 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago