Categories: DiasporaEntertainment

Julian Simpson Diplomat Australia Tewas di New York

Julian Simpson, seorang diplomat Australia tewas gara-gara bermain ‘Trust Fall’’ dari tingkat tujuh gedung apartemennya di Lower East Side, New York.

International Business Times mengabarkan Kamis (16/11/2017), kepolisian New York, NYPD menemukan jasadnya tergeletak di teras lantai dua apartemennya sekitar pukul 1.15 pagi buta waktu setempat. Setelah makan malam dan minum-minum bersama istri dan teman-temannya, Julian diplomat Australia di PBB itu, menghabiskan malamnya di atap apartemennya. Mereka menyaksikan Empire State Building disinari warna pelangi, untuk merayakan lolosnya UU pernikahan sejenis di Australia.

Entah karena bosan, Julian mengajak adiknya, James Waugh ke tingkat lebih tinggi dan menggoda serta menakut-nakuti saudari iparnya, dengan berdiri dan pura-pura jatuh dari atas tembok pembatas. Merasa kurang puas, Julian berdiri di tepi tembok pembatas itu dan saat jatuh, ia meraih tangan James Waugh adiknya.

‘’Ayo kita main Fall Trust’’, ajaknya sambil menantang bahwa ia mempercayai adiknya bakal menggaetnya bila ia jatuh. Namun sayang, saat ia pura-pura jatuh ke bawah, James Waugh kaget dan tak sempat meraih lengannya, sehingga Julian jatuh terjerembab ke teras lantai dua.

Julian sempat dibawa ke Rumah Sakit Mount Sinai Beth Israel, tapi nyawanya tak tertolong. ‘’Ini merupakan tragedi. Kami bersama keluarga yang ditinggalkan,’’ kata PM Australia Malcolm Turnbull kepada stasiun televisi Seven Network. ‘’Saya tidak dapat mengungkap secara detil. Tragedi yang mengejutkan. Seorang diplomat muda harus kehilangan nyawa,’’ sambungnya.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 week ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago