Departemen Pertahanan AS secara tak sengaja mengedarkan Twitter yang isinya menuntut agar Presiden Donald Trump mengundurkan diri.
Global News mengabarkan, sebuah cuitan beredar Kamis sore (16/11/2017). Isinya mempertanyakan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan kandidat Senator Roy Moore dan Senator Al Franklen, keduanya dari Partai Republik. ‘’Jalan keluarnya mudah: Roy Moore mundur dari pencalonan; Al Franken mundur; Donald Trump mundur; GOP: Hentikan kasus seksual jadi isu menjatuhkan lawan. Itu tindak kriminal, wahai kalian yang hipokrit!’’
Belakangan twitter yang dikeluarkan @Proud Resister diulang dan diedarkan oleh @deptofdefense, akun Twitter resmi milik Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Melihat ini, Dana White, jurubicara Pentagon menjelaskan: ‘’Twitter yang diedarkan operator kami tersebut keliru, dan tidak didukung oleh Departemen Pertahanan’’. Dana Whinte menambahkan, ‘’Operator kami mendapati kekeliruan itu dan langsung menghapusnya,’’ tulisnya.
Belum ada komentar dari Gedung Putih. Namun, salah ngetwit seperti itu pernah dilakukan Presiden Trump pekan ini, pada waktu mengucapkan ikut belasungkawa bagi para korban salah tembak di California. Trump bukannya menyebut Tehama County, California tempat terjadinya salah tembak, melainkan mengulang lagi penembakan di Sutherland Springs, Texas yang terjadi awal bulan November lalu. ‘’Semoga Tuhan bersama warga Sutherland Springs. Petugas FBI dan penegak hukum telah tiba di sana,’’ tulis Trump. Twitter keliru itu dihapus keesokan harinya.
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…