Pilot AS menggambar alat kelamin di langit biru

Seorang pilot pesawat Angkatan Laut AS melakukan atraksi udara dan melukis angkasa dengan gambar kelamin pria di langit biru.

 

CNN melaporkan pekan lalu, gambar yang dilukis dari asap pesawat F/A-18 Growler atau pesawat penyerang elektronik itu, cukup mengejutkan warga Okanogan County, Washington. Beberapa di antaranya mengunggah potretnya di linimasa. Seorang ibu mengaku kesal dan marah. ‘’Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada anak-anak, gambar apa itu,’’ tuturnya kepada stasiun radio KREM 2. Sedangkan Anahi Torres, memasang gambar itu disertai kata-kata: ‘’Gambar monumental terjadi di Omak. Kelamin pria di angkasa!’’

Pihak Angkatan Laut AS menyadari hal itu, setelah mendapat pengaduan dari warga Okanogan County. Menurut mereka, pelakunya adalah seorang awak pesawat udara di Skuadron Penyerangan Elektronik 130,  basis militer Pulau Whidbey, negara bagian Washington. ‘’Dia terbang dan menggambar pola yang bentuknya tidak senonoh di atas angkasa Okanogan County,’’ tutur Letnan Leslie Hubbeli, jurubicara AL.

Sementara itu, Laksamana Laut Shoemaker, kepala satuan udara Angkatan Laut AS mengeluarkan teguran keras kepada anak buahnya yang dianggap bandel. ‘’Tindakan yang dilakukan pelaku berlawanan dengan disiplin dan profesionalisme yang dijunjung tinggi jajaran angkatan laut AS,’’ tutur Laksamana Shoemaker. Sementara itu, pihak angkatan laut AS juga mengeluarkan pernyataan resmi.  ‘’Angkatan Laut dan awak prajuritnya memiliki standar tinggi. Tindakan seperti itu tidak dapat diterima,’’ bunyi pernyataan resminya.

Tidak dijelaskan, siapa pilot penggambar angkasa itu. Tapi, setidaknya, ia adalah pilot andalan yang mampu berakrobat dan berhasil menciptakan gambar itu dengan jelas. ‘’Butuh persiapan dan latihan cukup lama, agar bisa menggambar angkasa,’’ kata sebuah sumber.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

4 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

6 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago