Pertama kalinya, Wanita Saudi saksikan pertandingan sepakbola

Untuk pertama kalinya, kaum perempuan Saudi bisa menyaksikan pertandingan sepakbola yang berlangsung di Stadion utama King Abdullah Sports City, Jumat (12/1/2018).

Deutsche Welle mengabarkan, sekitar 300 wanita antre memasuki pintu gerbang stadion yang dijaga oleh petugas perempuan menggegam alat pemantau karcis. Banyak di antara mereka terdiri dari para ibu yang mengajak anak-anak dan suaminya, serta sanak keluarga. Mereka menuju ke tempat duduk khusus keluarga yang terpisah dari tempat duduk kaum pria.

‘’Saya datang bersama saudara lelaki dan ayah saya,’’ tutur Areej al-Ghamdi, seorang mahasiswi Saudi. ‘’Untuk pertama kalinya kami bisa bersorak-sorai secara langsung. Tidak cuma di depan televisi,’’ sambung pendukung klub sepakbola Al Ahli. Dalam pertandingan yang dimulai pukul 18.00 waktu setempat, klub sepakbola Al Ahli bertanding melawan klub Al-Batin, keduanya adalah perkumpulan sepakbola Kota Jeddah. Kedua klub sepakbola juga menawarkan diskon khusus bagi kaum hawa yang membeli seragam mereka.

Dari 62 ribu tempat duduk di stadion King Abdullah itu, 10 ribu di antaranya disediakan khusus bagi kaum perempuan dan tempat duduk keluarga. ‘’Sebanyak 1.200 tiket telah terjual habis,’’ kata seorang panitia pertandingan. Acara pertandingan yang berlangsung di Jeddah itu akan disusul dengan pertandingan lain di Riyadh, Sabtu ini dan di kota Dammam, pekan depan.

Meski banyak warga Saudi yang gembira menyambut keterbukaan baru yang dicanangkan Pangeran Mohammad bin Salman, namun banyak di antaranya yang menanggapi dingin. Tagar di Twitter tentang pesta olahraga yang dihadiri kaum hawa Saudi, kebanjiran 50 ribu cuitan Jumat sore kemarin. Banyak di antaranya yang menuliskan bahwa kaum hawa seharusnya berada di rumah dan tidak menghadiri pertandingan di tempat terbuka.

Menanggapi hal itu, Dahlia T. Rahaimy, menanggapi ringan. ‘’Reaksi seperti itu normal saja, karena segala sesuatu tidak bisa berubah begitu cepat,’’ kata Dahlia, aktivis HAM yang dibesarkan di Jeddah. ‘’Kami tidak bermimpi begitu cepat sebenarnya. Kami tidak banyak berharap,’’ sambungnya.

.

Recent Posts

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 hours ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

6 days ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

1 week ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago