Seluruh TKW Filipina di Kuwait Dipulangkan, setelah Joanna Daniella Dimutilasi

Para pekerja Filipina di Kuwait diberi waktu 3 hari untuk meninggalkan Negara Petrodolar itu, oleh Presiden Rodrigo Duterte, setelah seorang pekerjanya tewas di dalam lemari es.

Menurut Reuters Jumat (9/2/2018), untuk itu Pemerintah Manila memerintahkan dua maskapai penerbangan Philippine Airlines dan Cebu Pacific untuk terbang ke Kuwait menjemput warganya. ‘’Saya ingin agar kalian semua keluar dari negeri itu dalam waktu 72 jam,’’ kata Presiden Duterte. ‘’Kita akan menghitung setiap nyawa kalian setiap jamnya. Karena setiap jam mengandung penderitaan dan penganiayaan,’’ sambung pemimpin Filipina itu.

Perintah Duterte dikeluarkan dari Istana Malacanang, setelah seorang warganya, Joanna Daniella Demafelis ditemukan tewas di lemari es di sebuah apartemen kosong di Kuwait. Dalam pidatonya, yang disiarkan televisi Filipina, Presiden Duterte menuntut negara-negara Teluk agar memperlakukan warganya dengan martabat tinggi.

‘’Saya mohon kalian. Saya juga minta permintaan kepada seluruh Arab, bahwa warga Filipina bukanlah budak di mata siapapun. Di mana pun dan sampai kapan pun,’’ kata Duterte emosional, seraya memperlihatkan video tubuh korban di dalam lemari es. ‘’Janganlah membalas niat baik kami dengan memulangkan pekerja kami yang babak belur atau mayat korban mutilasi,’’ sambungnya.

‘’Apa yang kalian lakukan pada warga kami? Jika kami melakukan hal yang sama pada warga anda, apa kalian senang?’’ tanya Rodrigo Duterte seraya mengingatkan bahwa ‘’Pembekuan pengiriman tenaga kerja ke Kuwait masih berlaku,’’ tegasnya. Langkah itu dilakukah Duterte akhir Januari lalu, setelah sejumlah pekerja Filipina tewas  di Kuwait, tanpa ketahuan penyebabnya. Deputi Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah menjelaskan bahwa proses pengadilan tengah berlangsung untuk menangani empat kasus pembunuhan yang disebut Presiden Duterte.

 

Pemimpin Filipina dengan garang mengancam akan melakukan tindakan drastis untuk melindungi warganya di Kuwait. Entah apa. Yang pasti, sekitar 250 ribu warga Filipina yang bekerja di Kuwait akan segera dipulangkan. Sekitar 2,3 juta pekerja Filipina bekerja di luar negeri. Secara keseluruhan, para pekerja itu menyumbang devisa negara sebesar $ 2 miliar setiap bulannya, sehingga ekonomi Filipina tercatat sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling maju.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago