Categories: EconomyPolitics

Mahaguru India Perkosa Muridnya Divonis Seumur Hidup

Seorang mahaguru India bernama Asaram Bapu, divonis penjara seumur hidup, Rabu (25/4/2018), karena terbukti memperkosa gadis berusia 16 tahun, pengikutnya.

Hindustan Times mengabarkan, dalam penjelasannya kepada wartawan, orang tua korban merasa puas dengan keputusan tersebut. ‘’Saya gembira mendapatkan keadilan. Kami benar-benar menaruh kepercayaan pada sistem hukum dan gembira karena mendapatkan keadilan,’’ katanya. Satuan polisi juga diterjunkan untuk mengamankan keluarga korban dari serbuan pengikut Asaram Bapu.

Dalam persidangan yang mengajukan 44 orang saksi dan 160 dokumen itu terungkap kebejatan Asaram Bapu. Mahaguru berusia 79 tahun terbukti melakukan berbagai pelanggaran. Termasuk melakukan perdagangan manusia, menyekap korban, pelecehan seksual dan memperkosa gadis di bawah usia. ‘’Kami akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Rajashtan,’’ kata pengacara Asaram Bapu.

Ratusan polisi dikerahkan selama sidang berlangsung di Pengadilan Penjara Jodhpur. Asaram yang memiliki ratusan pengikut di India itu, suatu hari menerima gadis belasan tahun yang diantar orang tuanya untuk menjadi pengikutnya. Korban bukannya menerima instruksi spiritual, melainkan dipaksa melakukan adegan sensual dan melayani pria bangkotan itu. Sepulang dari berguru, gadis cilik itu pun mengadu ke dua orang tuanya, dan mereka mengadu ke kepolisian setempat. Sejak itulah, Asaram dipenjara sebelum akhirnya divonis hukuman seumur hidup.

Asaram menjadi mahaguru pada tahun 1960-an. Lelaki bernama asli Asumal Harpalani itu, menurut situsnya, memiliki pengikut 40 juta orang. Selain memiliki ratusan properti dan fasilitas, Asaram juga punya dua majalah lain. Asaram dan putranya pernah terlibat dua kasus perkosaan lain atas dua korbannya di Gujarat sekitar 10 tahun lalu. 

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

4 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago