Seekor sapi bernama Knickers batal dikirim ke rumah jagal karena badannya terlalu besar untuk dimasukkan ke pisau pemotong hewan. ”Tubuhnya terlalu besar untuk dimasukkan ke pisau jagal,” tutur Geoff Pearson, pemilik peternakan di Australia kepada televisi ABC. ”Kami sudah banyak hewan potong, sehingga Knickers tak usah dipotong,” sambungnya.
Menurut Pearson, Knickers memiliki tinggi badan 194 centimeter dan berat badan sekitar 1.400 kilogram. Dua kali lipat dari sapi potong umumnya. Tingginya juga 50 centimeter dari sapi biasa. ”Pokoknya Knickers terlalu berat dan tidak masuk ke dalam fasilitas pemotongan hewan,” kata Pearson. Karena itu, menurutnya, ”Knickers bisa hidup selamanya, dan tidak jadi hewan kurban,” kata Pearson seperti ditulis Global News.com
”Jika dia berada di antara kerumunan lainnya, maka banyak sapi yang tertarik padanya,” tutur Pearson. ”Begitu dia bangun dan mulai berjalan, maka ratusan sapi lainnya akan mengikutinya,” kata Pearson.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…