Jepang Bakal Tambah Tenaga Kerja Asing, Termasuk Indonesia, April 2019

Pemerintah Jepang akan menambah jumlah pekerja asing di 14 industri mulai April 2019 mendatang. Para buruh imigran dari Indonesia, Mongolia, China, Myanmar, Nepal, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina akan diizinkan untuk mengubah status barunya menjadi penduduk Jepang, sesuai dengan akta yang diamandemenkan baru-baru ini.

Sedikitnya tercatat 345 ribu lebih buruh asing dari ke-9 negara itu diharapkan akan mendapatkan status penduduk Jepang untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Sejumlah bidang industri yang akan dijadikan peluang pekerjaan bagi imigran asing adalah bidang perawatan orang sakit atau kaum jompo, layanan makanan dan industri konstruksi.

Mereka yang telah bekerja di tiga industri tersebut, diperbolehkan mengajukan permohonan menjadi penduduk Jepang, mulai April 2019. Sementara, bidang industri lainnya baru membuka kesempatan bagi para pekerja imigran mulai Oktober 2019.

Beberapa industri lain yang akan meningkatkan jumlah pekerja imigrannya termasuk ”Bidang kebersihan, perhotelan, manufaktur, pertanian dan perikanan serta pengolahan makanan,” bunyi laporan harian Japan Times. Agar tidak terpusat di kota-kota besar dan metropolitan saja, maka Pemerintah Tokyo akan melakukan survei industri di sejumlah kota dan pedalaman di seluruh Jepang.

Selama beberapa dekade, Jepang masih ragu mempekerjakan tenaga imigran asing. Karena itu, Jepang lebih suka mempekerjakan pekerja imigran yang telah memiliki keahlian dan pernah bekerja di Taiwan.

Langkah Pemerintahan PM Shinzo Abe itu, membuat Taiwan kebat-kebit. Sebab, besar kemungkinan tenaga kerja asing di Taiwan bakal tersedot ke Jepang. Lebih-lebih tenaga trampil yang menguasai bidang-bidang perawatan orang sakit atau orang jompo, yang kini mulai merasakan kekurangan tenaga asing, karena makin membengkaknya orang jompo. (DP).

 

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

4 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago