Rusia menciptakan sebuah super tank militer yang dilengkapi toilet. Kendaraan militer canggih jenis tank T-14 yang dinamai Armata itu, memungkinkan serdadunya mampu berperang dalam jangka lama tanpa harus repot ke luar untuk buang air.
”Selama ini ganjalan utamanya, mereka tidak dapat buang hajat,” tutur Ilya Baranov, direktur informasi teknologi Biro Pembuatan Mesin Transportasi. Kini, lanjut Baranov, Armata menyediakan air dan toilet sehingga terasa nyaman. ”Hanya kendaraan militer Armata yang berhasil menanggulangi masalah itu,” kata Ilya Baranov bangga.
Majalah Newsweek mengungkapkan, tank T-14 tidak hanya menyediakan toilet saja. Kendaraan militer dari generasi baru itu juga memiliki peralatan semprot udara dari kanon bertekanan tinggi. Selain itu, Armata juga dilengkapi dengan alat kontrol jarak jauh senapan mesin Kord-12,7 mm dan PK 7.62 mm. Di samping itu, pada saat diserang musuh, Armata mampu menangkis tembakan roket dan peluru anti-tank lainnya.
Tank T-14 Rusia pertama kali dipamerkan dalam Parade Militer Kemenangan Rusia di Moscow 2015 silam. Parade itu untuk merayakan kemenangan Rusia dan Sekutu melawan Nazi Jerman di Berlin. Meski masih diproduksi secara terbatas, namun para pejabat intelijen nggris menyebutnya sebagai ”Tank T-14 merupakan langkah paling revolusioner disain tank sepanjang 50 tahun terakhir.
Pada bulan Febuari 2019 lalu, Rusia berjanji akan memproduksi lebih banyak Tank Armata yang kini hanya berjumlah 12 tank. (DP)
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…