George Clooney Serukan Boikot 9 Hotel Milik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah

George Clooney menyerukan agar Hollywood dan warga seluruh dunia untuk memboikot sembilan hotel milik Brunei Investment Agency mayoritas sahamnya dimiliki Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Indiewire.com mengabarkan, pemboikotan itu diserukan bintang tampan , setelah Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam menerapkan peraturan baru. Mulai 3 April para pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender) akan dirajam sampai mati. Begitu juga hukuman bagi perzinahan.

Dalam seruannya, George Clooney tak lupa mengingatkan, ”Setiap kali kita menginap, menggelar rapat atau makan malam di 9 hotel itu, kita harus ingat bahwa kita membayar kepada orang-orang yang menggunakan batu dan cambuk untuk menghukum warganya sendiri, karena berperilaku gay atau perzinahan,” kata Clooney yang beristrikan wanita cantik Amal Amaluddin, pengacara kasus-kasus HAM.

Peraih Oscar untuk film ‘Syriana’ itu, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menginap di salah satu dari kesembilan hotel tersebut. ”Saya tidak tahu hotel itu milik siapa, karena tidak mengecek lagi,” tuturnya. ”Apakah kita akan membantu para pelanggar hak asasi manusia? Atau membantu mereka membunuhi warganya yang tak berdosa? Saya baru sadar selama bertahun-tahun saya berurusan dengan rezim pembunuh,” ungkap bintang layar perak berusia 57 tahun.

The Brunei Investment Agency memiliki Hotel Bel-Air dan Beverly Hills Hotel di Los Angeles. Sementara itu, di Inggris, tercatat The Dorchester, 45 Park Lane dan Coworth Park. Di Roma, Italia, mereka memiliki Hotel Eden dan di Paris tercatat Le Meurice, Hotel Plaza Anthenese, serta Hotel Principe di Savoia, sebelah barat Italia. (DP).

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

6 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago