Categories: COVID-19

Tetap Gelar Kebaktian, Pastor Tony Spell Dijebloskan ke Penjara

Pastor Tony Spell dijadwalkan masuk ke penjara East Baton Rouge Parish Prison, Selasa ini, dengan tuduhan menabrak para pengunjuk rasa dengan bis milik gerejanya.

Aksi kurang santun itu dilakukan Pastor Tony Spell, untuk mengusir sejumlah pengunjuk rasa yang memprotes kegiatan di Gereja Life Tabernacle Central, Louisiana, Ahad kemarin. Para pemrotes itu menentang kehadiran puluhan jemaat gereja tersebut mengikuti kegiatan kebaktian Minggu Paskah, di tengah larangan berkumpul akibat pandemi virus Convid-19.

Beberapa pekan sebelumnya, Pastor Tony Spell, tetap ngotot menentang larangan berkumpul itu. Pemimpin Gereja Life Tabernacle Central malah meminta jemaatnya untuk menyumbangkan dana stimulus $ 1.200 dari pemerintah AS, ke kas gereja. Atau disumbangkan ke para biarawan, pengurus dan para anggota paduan suara gerja tersebut.

Gara-gara sikapnya yang bandel, seorang anggota jemaatnya meninggal dunia terkena virus Corona. Kepada The New York Times, Pastor Tony Spell menjelaskan, pihaknya tidak merasa bersalah. ”Para pengunjuk rasa itu sudah sebulan mengganggu ibadah kami. Pihak keamanan tak menghiraukan aduan kami,” katanya sebelum ia dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan sebelumnya, Pastor Tony juga dituduh melakukan kejahatan ringan karena tetap membuka kegiatan di gerejanya. Artinya, Tony Spell melawan perintah lockdown yang dikeluarkan Gubernur Louisiana John Bel Edward. Total ada 6 tuduhan ringan disampaikan ke pemimpin gereja  tersebut.

Seorang jemaatnya bernama Harold Orrillon, 78, meninggal dunia terkena virus Convid-19. Namun hal itu dibantah Pastor Tony Spell yang menyatakan bahwa Harold bukan mati karena corona. ”Kematiannya tidak ada hubungannya dengan virus corona,” tutur Pastor Tony Spell. (DP)

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago