Ibunya bernama Shyamala Gopalan, seorang ilmuwan dari India yang hijrah ke AS tahun 1960, untuk meraih gelar ahli endokrinologi di University of California Berkeley. Sedangkan ayahnya adalah Donald Harris, profesor ekonomi dari Stanford University yang hijrah dari British Jamaica tahun 1961 untuk meneruskan kuliah bidang ekonomi di UC Berkeley.
Mereka adalah orang tua Kamala Harris yang diangkat sebagai calon presiden oleh Joe Biden, kandidat presiden dari Partai Demokrat. Kamala Harris yang dilahirkan dengan nama Kamala Devi, di Oakland, California, 20 Oktober 1964 itu, dibesarkan di komunitas hitam Gereja Baptist dan Kuil Hindu. Ia juga sering mudik ke Madras, India menengok familinya.
Saat berusia 12 tahun, Kamala dan pindah ke Montreal, Canada saat ibunya menjadi periset di Jewish General Hospital. Kamala pun jadi pelajar kondang di SLTA Westmount, Quebec, Canada.
Lulusan Howard University, Washington DC bidang studi ilmu politik dan ekonomi, Kemala menjadi mahasiswi paruh waktu di kantor Senator Alan Cranston. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Juris Doctor dari University of California, Hastings College of the Law di San Francisco. Selanjutnya ia menduduki sejumlah posisi sebagai jaksa dan hampir menjadi Jaksa Agung di California tahun 2010, tapi kemudian terpilih pada 2014.
Tahun 2016 Kamala terpilih sebagai senator, yang dikenal sebagai pendukung healthcare, dan langkah-langkah para imigran nondokumen menjadi warganegara AS. Tentu saja Kamala pendukung Akta DACA. Ia pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden pada 2020, tapi gagal karena kekurangan dana. Baru pada 11 Agustus 2020 lalu, Kamala diminta mendampingi Joe Biden, kandidaat presiden Partai Demokrat, sebagai calon Wapres AS. (DP).
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
View Comments
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://www.binance.com/register?ref=IHJUI7TF
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://accounts.binance.bh/register/person?ref=GGYHGRE