Berdiskusi bersama dengan lima wartawan hebat serasa menimba ilmu yang tak habis-habisnya. Itulah yang dirasakan saat Indonesianlantern.com menggelar acara Zoom berjudul: Ikuti Jejak Lima Pria Hebat TEMPO untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-50 Majalah TEMPO.
Dahlan Iskan, Karni Ilyas, Boediono Dharsono, Saur Hutabarat dan Putu Setia memberikan ulasan masing-masing tentang TEMPO: Sebuah institusi yang menjadi tempat belajar bagi banyak wartawan Indonesia. Juga ada saran dan kritik bagi wartawan generasi muda saat ini.
Karni Ilyas, mantan pemandu acara Indonesia Lawyers Club, ILC di TV-One misalnya mengungkapkan adanya imbauan dari atas. ”Kali ini bentuknya bukan menelepon, melainkan dengan cara lain,” katanya. Karni juga bercerita tentang kasus Sengkon & Karta yang pernah diungkap saat ia masih menjadi wartawan TEMPO. Juga Dahlan Iskan yang bercerita tentang media cetak DI’s Way yang masih mengalami masa-masa berat. Sementara Saur Hutabarat bercerita tentang peranan TEMPO di masa lalu dan sekarang.
Putu Setia yang kini menjadi pendeta Hindu, lebih bercerita tentang Pasraman, atau pondok pendidikan Agama Hindu yang dibangunnya. Cerita lucu misalnya, bagaimana Putu yang kini bergelar Empu Jaya Prema harus sembunyi-sembunyi untuk bisa bebas berolahraga di luar lingkungan padepokannya.
Dan tentu saja, Budiono Darsono yang bercerita mengenai saat-saat masih bekerja di Kantor TEMPO Kuningan, Jakarta, dan sejarah mendirikan Detik.com dan kini Kumparan.com
Selengkapnya bisa disimak di video di atas. (DP).
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
View Comments
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?