Categories: Uncategorized

Pesawat Kepresidenan AS Air Force One Bertenaga Supersonik

Presiden AS Joe Biden akan memiliki pesawat kepresidenan baru. Yakni, Pesawat Air Force One yang berkecepatan dua kali kecepatan suara tanpa getaran.

Dikabarkan, pada September 2020 lalu, pesawat kepresidenan AS generasi mendatang berteknologi jet supersonik yang mampu terbang lebih dari kecepatan suara. Direktorat Pengangkutan Udara (PE) Kepresidenan dan Eksekutif Angkatan Udara AS memberikan kontrak kepada perusahaan rintisan Exosonic yang berbasis di California yang berhasil menarik perhatian militer dengan twinjet Mach 1.8 getaran suara sonik rendah.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Lab Penelitian Angkatan Udara akan membantu Exosonic mengembangkan pesawat supersonik komersialnya dan memodifikasinya menjadi alat transportasi eksekutif. Dari lawatan CNN Travel terungkap kabin pesawat angkut eksekutif yang telah dirancang  membawa tamu  VIP.

“Dengan konsep ini, kami berencana menerapkan teknologi baru yang tidak tersedia saat ini atau yang (belum) Anda lihat pada pesawat komersial atau bisnis,” kata Stephanie Chahan, desainer interior utama pesawat Exosonic. Transportasi eksekutif supersonik diturunkan dari konsep pesawat komersial 70 penumpang Exosonic.

Kabin telah dimodifikasi dengan kapasitas maksimum 31 penumpang. Kabin memiliki dua suite pribadi. Yang pertama adalah ruang pertemuan dengani tempat duduk  cukup hingga tiga orang dan dapat melakukan telekonferensi video dengan aman. Dan kursi putar dilapisi dengan kulit terbaik dan memiliki cangkang kayu, sementara pajangan di dalam pesawat dapat digulung dan disimpan untuk memberi ruang bagi peralatan lain. Sehingga ketika pesawat ini menerbangkan wakil presiden atau ibu negara, atau Presiden, mereka bisa dapat fleksibel melakukan kegiatan di dalamnya, tambah Chahan.

Suite kedua dapat memuat delapan penumpang staf senior dan mendapat kursi berbaring dengan meja yang dapat disesuaikan ketinggiannya. Kabin utama memiliki 20 kursi kelas bisnis, dilengkapi dua dapur kecil, dua kamar mandi, dan banyak ruang penyimpanan. “Desain kabin terinspirasi oleh Cabang Eksekutif AS dan misi serta nilainya, serta elang peregrine, yang terkenal karena kecepatannya – baik oleh gerakannya maupun penampilannya yang indah,” tambah Chahan saat berbicara dengan CNN Travel.

Jet Exosonic mengklaim memiliki kecepatan tertinggi 1,8 Mach (dua kali kecepatan jet komersial saat ini) dan jangkauan 5.000 mil laut. Perusahaan ini sedang mengerjakan teknologi pelunakan getaran suara yang akan membantunya terbang di darat dengan kecepatan supersonik tanpa menciptakan getaran suara sonik yang memekakkan telinga. Exosonic mengharapkan jetnya melakukan penerbangan pertamanya pada pertengahan 2030.

Farah Rachmat

FR

View Comments

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago