Ardhika Aziz, Bocah Autis Calon Master bidang Biomedical Neuroscience

Autisme bukan halangan untuk meraih cita-cita tinggi. Bahkan seorang bocah mampu meraih gelar Bachelor of Science bidang Neuroscience di Temple University, tahun lalu.

Itulah prestasi yang diraih Ardhika Aziz. Pemuda berusia 25 tahun yang kini tengah menempuh pendidikan untuk meraih gelar master di bidang biomedical science di Thomas Jefferson University, Philadelphia. Padahal sejak kecil ia memiliki kelainan yang disebut dengan Autisme atau Austism Spectrum Disorder (ASD).

‘’Saat di SLTA, dukungan terhadap bocah Autis tidak sebesar masa pra sekolah dan di SD,’’ kata Ardhika yang lahir di Jakarta Tahun 1997. Selama kuliah di Temple University, salah satu perguruan tinggi terkenal di Philadelphia, tanpa disadari Ardhika ditempa secara alamiah agar mandiri. 

Ardhika yang dikenal pendiam, ciri anak-anak dengan ASD, harus mempersiapkan semuanya sendiri. Peranan orang tuanya yang besar mengubah Ardhika tidak lagi bergantung pada orang lain. Mulai mempersiapkan buku-buku kuliah, hingga naik bis berangkat kuliah dari tempat tinggalnya di kawasan West Chester, Philadelphia. 

Ardhika, ibu & ayahnya serta Arwynn, adiknya (koleksi keluarga)

Bahkan, Ardhika ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berdampak besar pada dirinya. Yaitu terlibat Social XChange, sebuah kelompok mahasiswa yang berhubungan dengan kegiatan sosial dan komunikasi. Termasuk bergabung dengan berbagai grup seperti Asian Student Association atau Delta Chi Psi Fraternity Inc., ini semacam kelompok persaudaraan Asia Amerika.

‘’Sewaktu di SLTA kami kurang mendapat dukungan atau kepedulian terhadap bocah dengan ASD,’’ tuturnya. Tapi, di Temple University kepedulian terhadap mahasiswa dengan ASD lebih besar. ‘’Karena itu saya memilih Temple University karena mewakili mahasiswa dari berbagai etnis, latar belakang dan keragaman,’’ sambungnya.

Bersama ibu dan ayahnya, Detty & Indra Aziz (koleksi keluarga)

Bahkan saat kuliah di tingkat dua, Ardhika berkesempatan ikut program kuliah ke Jepang. Di negara Matahari Terbit itu, Ardhika aktif melakukan berbagai kegiatan, seperti belajar bahasa Jepang, keliling kota Tokyo dan bergabung dengan sejumlah kelompok mahasiswa.

Tak hanya itu, Ardhika juga belajar animasi dan JDM, kegiatan memodifikasi mobil produksi Jepang atau mobil AS. Kelompok JDM atau Japanese Domestic Market, dikenal sebagai kelompok khusus pecinta mobil yang memperbaiki atau meningkatkan penampilan kendaraan mobil. Mulai dari warna cat dan kemampuan mobil yang hanya dijual di Jepang.

Merk-merk kondang yang termasuk JDM antara lain Toyota Century “VIP” ada juga Honda NSX “5ENNA” dan Nissan 300X “Elias Raygoza”. Mobil-mobil JDM Jepang sering ditampilkan di film-film Jepang atau film Hollywood lainnya.

Ardhika Lulus S1 dari Temple University (koleksi keluarga)

Kini, Ardhika tengah menyelesaikan program masternya di Thomas Jefferson University, dan meneliti tentang faktor-faktor supersensitif neurobiologi terhadap suara-suara keras serta lingkungan, yang berperan penting dalam diagnosa ASD.

Yang lebih membanggakan lagi, Ardhika bekerja sebagai tenaga khusus Autis di Mental Health Partnership. Bersama kelompok layanan komunitas berkantor di Center City Philadelphia ini, Ardhika melayani para remaja dan kaum dewasa dengan ASD.

‘’Setiap pekan saya aktif bertemu mereka untuk membantu mencarikan pekerjaan atau kegiatan lain, agar lebih berinteraksi secara sosial dengan warga lainnya,’’ tutur Ardhika. ‘’Kita harus mampu berkomunikasi dengan mereka. Saya merasa puas dan ingin membantu warga dengan ASD,’’ sambungnya. ‘’Jika saya punya kesempatan ke Jepang lagi, saya bersedia membantu mereka di sana,’’ kata Ardhika Aziz. (DP).

.

View Comments

  • Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

  • Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

  • Kuromi PFP gives profiles a more curated and aesthetic appearance instantly. Another reason Kuromi profile pictures are trending so heavily is because artists constantly create new edits and fan art. Every day, thousands of new Kuromi wallpapers, anime edits, digital paintings, neon monkey pfp, vintage designs, soft pastel icons, cyberpunk artworks, and emotional anime scenes appear online.

  • Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

  • Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

5 days ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

7 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago