Anna May Wong, Wanita Asia Pertama di Uang Logam AS

Ada tokoh berdarah Asia yang wajahnya diabadikan di mata uang Amerika Serikat. Tokoh itu adalah Anna May Wong, warga Asia Amerika pertama yang wajahnya tercetak di kepingan uang logam bernilai $ 0.25 atau 25 sen. Mata uang yang setara dengan Rp 3.900 itu memang banyak digunakan di Amerika Serikat

Mulai awal bulan lalu, percetakan mata uang logam AS, akan memproduksi uang logam bergambar Anna May Wong sebanyak 300 juta keping. Bukan mata uang kertas yang umumnya dihiasi wajah para pahlawan atau presiden AS.

Bersama Wong, percetakan mata uang AS akan menerbitkan pula wajah penyair dan aktivis Maya Angelou; lalu Dr. Sally Ride, wanita AS pertama yang terbang ke luar angkasa, dan Wilma Mankiller, pemimpin Kelompok Cherokee serta Nina Otero-Warren,  tokoh persamaan hak yang memperjuangkan nasib wanita AS agar dapat diberi hak untuk memilih.

Bagi warga Asia Amerika, terpilihnya Anna May Wong menjadi sebuah kehormatan tersendiri. Sebagai aktris Asia, Anna harus berjuang di zaman ‘’Yellowface’’ saat para bintang film AS mengolok-olok bintang Asia. Mirip seperti film-film AS yang selalu memberi cap Arab sebagai tokoh antagonis.

Anna May Wong bintang film Asia Amerika lahir tahun 1905 pada saat AS dilanda gelombang anti Asia. Dilahirkan dari keluarga pengusaha binatu di kawasan Chinatown, Los Angeles, Wong mengawali karirnya sebagai bintang film pada 1922 menjadi pemeran utama film “The Toll of the Sea”. Wong sempat hijrah ke Eropa dan membintangi beberapa film Prancis dan Jerman. Ia lalu kembali ke AS dan ‘’Berhasil menghapus rasisme di kalangan Hollywood,’’ tuturnya dalam wawancara dengan Los Angeles Times tahun 1933.

Anna May Wong dianggap mampu mewakili para aktris dan aktor Asia, dan menerima the Hollywood Walk of Fame pada 1960, sebelum ia meninggal dunia di usia 56 tahun setahun kemudian. Bintang film Astrid Leng yang sukses dalam film ‘’Crazy Rich Asians’’ pada 2018, akan memerankan Anna May Wong dalam film yang akan diproduksi dalam waktu dekat. (DP)

 

.

View Comments

  • Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

  • Engaging in digital card competitions remains popular throughout 2026, especially as individuals explore an Ethereum casino for seamless transactions, allowing for faster play during these competitive matches across various virtual rooms.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 days ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 week ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

3 weeks ago