Puluhan Peserta Antusias Hadiri Seminar ’Chroma ‘22 The Money Edition

Seminar keuangan yang digelar Black & Brown Founders Kamis pekan lalu, cukup menarik. Di acara berjudul ‘’Chroma ‘22 The Money Edition itu’’ para hadirin yang terdiri dari pengusaha kecil menengah, mendengar ceramah para ahli ekonomi dan pengusaha sukses.

Selama hampir 8 jam, hadirin dapat mengikuti berbagai diskusi dan kiat-kiat keuangan. Mulai dari investasi, venture capital, investasi di bidang properti dan real estate hingga Cryptocurrency. ‘’Kami perkenalkan beberapa langkah dan metode untuk mengembangkan modal dan investasi,’’ tutur Dr. Pamela Jolly, ahli Strategi Kekayaan yang dikenal dengan metodenya berjudul The NarrowRoad™ to Legacy Wealthy Road ini. ‘’Setiap orang memiliki kekayaan dan warisan untuk tumbuh dan berkembang,’’ tutur Pamela Jolly dalam wawancara dengan Indonesianlantern.com

Seminar ‘’Chroma ‘22 The Money Edition’’ dicetuskan oleh Delpdelp Medina, Executive Director dan Aniyia L. Williams, Chair, Board of Directors Keduanya adalah pendiri Black & Brown Founders, sebuah lembaga non-profit yang berdiri tahun 2017. 

Niat mereka mendirikan lembaga itu untuk memperkecil perbedaan pendapatan yang diperoleh warga kulit berwarna dengan kaum kulit putih di Amerika Serikat. Menurut Badan Sensus AS, penghasilan keluarga kulit berwarna sekitar $ 9.211 hingga $ 12,460 per tahun dibandingkan dengan warga kulit putih yang rata-rata mencapai $ 132,483 per tahun. 

‘’Kami ingin mendidik para peserta untuk mengerti lebih jauh tentang keuangan, berbagai bisnis seperti properti, dan lainnya. Juga bagaimana dampak yang ditimbulkan,’’ kata Delpdelp Medina, Executive Director Black & Brown Founders kepada indonesianlantern.com.

Hal itu juga tersirat dalam seminar kali ini. ‘’Kami ingin memperkecil perbedaan ekonomi antara pengusaha kulit berwarna dan pengusaha main stream,’’ mengetahui Dorothy Torres, pendiri Strategy and Consulting Dorothy Torres kepada indonesianlantern.com. Mari simak bersama rekaman wawancara tim indonesianlantern.com dengan sebagian besar peserta seminar. (DP/Video: Nahrul Ulum)

 

.

View Comments

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

4 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

6 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago