Bawa Uang Dollar AS Palsu, Seorang WNI Ditangkap di Bandara Dulles

Kementerian Luar Negeri RI membenarkan berita penangkapan seorang Warga Negara Indonesia dengan inisial TTH (50) di bandara Washington Dulles, Virginia, pada Rabu pekan lalu (30/10/2024), terkait dugaan praktik pemalsuan uang dollar AS. Peristiwa itu pertama kali disiarkan di laman resmi US Custom and Border Protection (CBP) yang kemudian dikutip oleh berbagai media massa di tanah air.

“Ditangkap karena membawa uang sejumlah 28.500 dollar AS dalam bentuk  ‘black money ’,” demikian dikatakan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu RI, Judha Nugraha dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/10/2024).

Atas kejadian itu, KBRI di Washington DC telah berkomunikasi dengan CBP dan akan terus memantau proses investigasi serta memberikan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan selama ditahan oleh otoritas AS.

“Untuk memastikan hak-hak hukum TTH terpenuhi sesuai hukum setempat,” tuturnya lebih lanjut sebagaimana dikutip Antara.

Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha. Credit Photo: Dok.Kemenlu

Sebelumnya, seperti yang disampaikan US Costum and Border Protection dalam keterangan tertulisnya, TTH yang diketahui tiba di Dulles dari Lome, Togo, ditangkap setelah petugas menemukan dua tumpuk kertas hitam dan setumpuk kertas putih polos dalam bagasinya. Saat diperiksa menggunakan pemindai sinar ultraviolet, tiga tumpuk kertas yang masing-masing diikat dengan pita berlabel “One Hundreds” itu, tampak menyerupai uang kertas pecahan 100 dollas AS.

“Setelah dilakukan penghitungan, petugas menemukan 285 lembar kertas yang ukuran, gambar dan teksturnya mirip dengan uang kertas AS,” bunyi pernyataan tertulis CBP.

Pihak CBP kemudian menyerahkan TTH ke Kepolisian Metropolitan Washington Airport Authority (MWAA) untuk penyelidikan lebih lanjut. Uang kertas palsu yang ditemukan itu juga diserahkan sebagai barang bukti.

Black money scam dikenal lewat cara menyembunyikan uang palsu menggunakan zat pewarna tertentu untuk menghindari deteksi otoritas bea cukai. Jika nanti TTH terbukti melakukan praktik serupa itu, ia dapat dituntut dengan ancaman hukuman 3-5 tahun penjara. Sampai saat ini, KBRI masih menunggu informasi hasil investigasi dari MWAA.

IL

View Comments

  • The case of an Indonesian citizen caught at Dulles Airport with fake US dollars shows how serious financial crimes impact both individuals and the economy. This “black money” scam highlights the importance of understanding how money, trade, and fraud affect markets. Just like in real life, in microeconomics we study how choices and actions influence supply, demand, and value.

  • I just got free from writing my CMI Assignment Solution and found this article while browsing. Financial crimes are indeed a serious concern in society. Many people don't get that black money ruins the economy and development of a country. That's why civilians must cooperate with the authorities in uncovering this crime and provide any important information that helps in solving cases like this.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

4 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago