Categories: Uncategorized

Mahasiswa Indonesia diserang sekelompok pemuda di Australia

Sekelompok orang tak dikenal melakukan penyerangan kepada seorang mahasiswa Indonesia di Perth, Australia Barat pada Rabu (21/12/2016). Korban yang diketahui bernama Irwansyah Jemi itu tengah menjalani program doktoral di Universitas Murdoch.

Irwansyah Jemi, tengah. (Koleksi pribadi)

Jemi mendapatkan serangan dari pria saat berada di dekat kediamannya. Akibat serangan tersebut mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan tersebut harus mendapatkan perawatan.

Hingga Kamis (22/12/2016) waktu setempat, korban masih berada di rumah sakit. Belum diketahui dengan pasti motif penyerangan, diindikasi hal tersebut merupakan perampokan terhadap korban.

Irwansyah diserang oleh pelaku saat berada di perjalan pulang dari sebuah supermarket. Korban yang berjalan sendiri lantas didekati oleh sekelompok pria tak dikenal yang kemudian melakukan pemukulan terhadapnya. Dalam keadaan jatuh tersungkur, korban mendapatkan tendangan bertubi-tubi dan pelaku berusaha mencari dompet korban. Irwansyah kemudian berteriak meminta tolong yang akhirnya membuat tiga orang pelaku lari meninggalkannya.

Irwansyah mengalami pendarahan pada bagian wajah. Tas miliknya juga diambil oleh tiga pemuda pelaku penganiayaan. (inilahcom)

IL

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

2 days ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago