Categories: Uncategorized

Buku ‘Mein Kampf’ karya Adol Hitler jadi buku terlaris

Buku manifesto politik Adolf Hitler berjudul ‘Mein Kampf’ menjadi buku terlaris di Jerman tahun silam.

Laman RT.com mengabarkan Rabu (4/1/2017), Der Tagesspiegel, penerbitnya mengaku terkejut dengan penjualan yang naik tajam. ‘’Kami perkirakan hanya terjual 4 ribu kopi edisi cetakan pertama. Tapi nggak tahunya kami berhasil menjual sampai 85 ribu buku,’’ tutur Andreas Wirsching, kepala Intitute for Contemporary History yang ikut menerbitkan buku karrya Adol Hitler itu. Cetakan ke-6 diperkirakan akan beredar di pasaran akhir Januari.

Pemerintahan negara bagian Bavaria memiliki hak cipta buku asli Hitler selama 70 tahun meninggalnya pemimpin Nazi Jerman itu.

Buku Mein Kampf, yang versi Inggrisnya berjudul ‘My Struggle’ itu merupakan bagian dari manifesto politik Adol Hitler. Di buku itu, pemimpi Nazi itu mengungkapkan ideologinya yang berbasis Nazisme dan menyebarkan sikap dan pandangannya yang ultra-nasionalis dan kebenciannya terhadap kaum Yahudi. Enam juta warga Yahudi dibunuh lewat berbagai cara, termasuk dimasukkan ke dalam kamar gas.

April lalu, parlemen negara bagian Bavaria membicarakan kemungkinan buku Mein Kampf  itu dijadikan kurikulum di sekolah-sekolah setempat. Meski ide itu banyak pendukungnya, namun Komunitas Yahudi di Munich dan Bavaria memperingatkan buku itu dapat merusak pola pikir para pelajar. ‘’Sikap anti-semit Hitler yang penuh kebencian tidak sesuai dengan proses pengajaran di sekolah-sekolah,’’ ujar Charlotte Knobloch.

Kembalinya buku Mein Kampf di pasaran, ternyata cukup mengejutkan warga Italia. Bahkan beberapa pelajar menyebutkan buku itu sebagai salah satu dari 10 buku favorit mereka. Menurut Wirsching, buku Mein Kampf yang telah diedit akan diteribtkan di Prancis. ‘’Bahkan bisa jadi buku itu bakal diterbitkan pula dalam bahasa asing lainnya,’’ ujar Andreas Wirsching, kepala Intitute for Contemporary History.

IL

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

4 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago