Categories: Politics

Pemeriksaan Habib Rizieq Syihab masuki tahap penyidikan

Kepolisian Daerah Jawa Barat terus melengkapi berkas pascapemeriksaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab pekan lalu. Saat ini polisi sudah memasuki tahap penyidikan dugaan penghinaan simbol negara Pancasila oleh terlapor Rizieq dan segera diselesaikan secepatnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus dalam keterangannya menuturkan, penanganan kasus dugaan penghinaan simbol negara, Pancasila dengan terlapor Rizieq memasuki tahap gelar perkara untuk kedua. “Hasil gelar perkara pertama, polisi menaikkan laporannya dari penyelidikan kepada penyidikan. Saat ini kami masih melengkapi berkas pascapemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya pemberkasan dapat selesai,” katanya, Rabu (18/1).

Rizieq dicecar dengan 22 pertanyaan dalam pemeriksaan kemarin. Kepolisian langsung melakukan gelar perkara pertama di hari yang sama dan sejauh ini, lanjut Yusri, Rizieq tidak akan dilakukan pemanggilan kembali pada tahap penyelidikan. “Kita tinggal melengkapi hasil gelar perkara pertama. Hasil gelar perkara pertama itu, ada beberapa 13 saksi termasuk saksi ahli,” kata Yusri.

 

Menurutnya, pascapemeriksaan, penyidik saat ini tinggal melengkapi kekurangan informasi dari pihak saksi ahli yang berkaitan dengan sangkaan terhadap terlapor. Dari video yang digunakan sebagai barang bukti oleh pelapor, Sukmawati Soekarnoputri, Rizeq menyebutkan: Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala.

Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 KUHP tentang penodaan lambang negara dan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. (beritasatu.com)

.

Recent Posts

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 hours ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

1 week ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

2 weeks ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago