Categories: EntertainmentPolitics

Anggota Parlemen Iran Dikecam Karena Selfie dengan Wanita Italia

Sejumlah anggota parlemen Iran dikecam kelompok garis keras dan rakyat Iran, gara-gara berselfie dengan Federica Mogherini, perempuan Italia yang menjabat sebagai kepala kebijaksanaan luar negeri Iran untuk Uni Eropa. The Washington Post mengabarkan foto selfie itu terjadi Senin (7/8/2017).

Setelah pelantikan Hasan Rouhani menjadi Presiden Iran, untuk masa jabatan kedua kalinya, sejumlah anggota parlemen Iran itu ngumpul mengelilingi Federica Mogherini. Perempuan Italia yang cantik itu diajak berselfie. Bahkan salah seorang anggota parlemen Iran mendekati Federica, sambil mengarahkan kamera telepon pintarnya.

Bagi mereka, berkenalan dan berfoto dengan Federica adalah momen yang tak dapat dilewatkan. Maklum Federica Mogherini, perempuan Italia yang mengenakan kerudung dan berwajah cantik itu, adalah diplomat Barat yang membantu Iran agar lebih terbuka pada Barat. Tapi bagi kelompok garis keras, ulah itu dianggap melecehkan Iran.

Seorang pemilik Twitter bernama ‘Middle East Eye’ menuliskan: ‘’Wahai para anggota parlemen. Terima kasih telah membuat malu 80 juta rakyat Iran,’’ tulisnya. Sedangkan, harian konservatif Kayhan menuliskan, ‘’Mereka bukannya mempertahankan hak-hak Iran sebagai sebuah negara, malah berpose secara memalukan dengan pelanggar kejahatan,’’ tulisnya. Malah, Kantor berita Iran, Fars News menyebut foto-foto selfie itu ‘’Terlihat aneh’’. Dan Alireza Salimi, seorang anggota parlemen Iran menyebut foto-foto itu sebagai sebuah episode ‘’Ketika taklut dengan Barat.’ Lainnya mengolok-olok dengan menyebut seperti adegan ‘Snow White dikelilingi para kurcaci’.

Sebaliknya, Ahmad Mazani, seorang anggota parlemen membela rekan-rekannya dengan mengungkapkan, ‘’Kolega saya itu cuma antusias terhadap Federica Mogherini yang dikenal selalu menjalin kerjasama bilateral dengan Menlu Iran. Habis, selama acara pelantikan, kami dilarang berhubungan dengan tamu khusus,’’ tulisnya.

SaveSave

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago