Pil Viagra Dijual Bebas Tanpa Resep di Inggris

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menjual bebas Viagra, pil biru pembangkit keperkasaan bagi kaum lelaki, yang selama ini hanya boleh dibeli berdasar resep dokter.

Majalah TIME mengabarkan Rabu (29/11/2017) para lelaki yang berusia di atas 18 tahun diizinkan membeli Viagra setelah berkonsultasi dengan apoteker di apotik. ‘’Ketidak mampuan ereksi menyebabkan kondisi tubuh semakin lemah. Karena itu, sangat penting bagi lelaki untuk mendapatkan akses langsung untuk menjaga kualitas kesehatan,’’ tutur Mick Foy, Badan Regulasi Produk Perawatan Kesehatan dan Obat-obatan Inggris, MRHA.

Keputusan menjual Viagra secara bebas diambil setelah MRHA setelah melakukan konsultasi dengan berbagai organisasi dan badan umum lainnya. Selain itu, MHRA berharap agar penjualan Viagra secara bebas mampu menenakan peredaran obat palsu di pasar gelap yang dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan pemakainya. Sejak lima tahun belakangan, MRHA berhasil menyita Viagra tanpa lisensi bernilai total $ 67 juta.

Pfizer, perusahaan farmasi AS yang memproduksi Viagra berencana untuk meluncurkan obat pembangkit keperkasaan pria versi baru, yang bisa dibeli secara bebas pada tahun 2018 mendatang. Obat baru bernama Viagra Connect itu akan dijual di Inggris sekitar bulan Maret atau April tahun depan. Obat tersebut hanya tersedia di apotik saja. Bukan di toko-toko obat umum. Cara menjualnya juga tergantung dari apotek masing-masing.

Viagra merupakan obat anti impotensi yang paling sukses di dunia, sejak diluncurkan tahun 1998. Obat berwarna biru mirip wajik mungil itu ditemukan para periset yang tengah melakukan studi untuk menemukan obat jantung. Pada tahun 2012, jumlah penjualan Viagra mencapai $ 2 miliar, sebelum akhirnya melorot setelah hak patennya berakhir. Karena itulah, Pfizer memproduksi obat sejenis yang bisa dibeli secara bebas di apotek. Sejak tahun 2012, banyak produser obat raksasa yang memproduksi obat mirip Viagra, namun kalah bersaing dengan Viagra produk Pfizer.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

5 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

7 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago