Press "Enter" to skip to content

Ratusan Petugas Dikerahkan Atasi Pencurian Bahan Bakar di Mexico

Dua ratus petugas keamanan dikerahkan ke Ibukota Mexico City untuk mencegah pencurian bahan bakar dan rebutan bensin yang dilakukan antar-warga, sejak krisis bahan bakar minyak.

CNN mengabarkan, sejak sepekan lalu, pompa bensin di kota-kota besar tutup karena krisis bahan bakar. Kalaupun ada yang beroperasi, antrean jerigen dan kendaraan mengular sepanjang lima kilometer. ”Saya sampai ngantre selama dua jam, dan belum juga beranjak maju,” tutur Felipe Galindo, pengemudi taksi.

Menurutnya, banyak warga tidak keluar ke jalan-jalan karena tidak dapat bepergian lagi, akibat krisis bahan bakar. ”Truk pengangkut semakin sedikit, demikian juga taksi tak mau beroperasi,” lanjutnya. Maklum, banyak warga dan pelaku kriminal gurem lainnya, menyedot bensin dari kendaraan bermotor yang lewat. Mereka saling berebut bahan bakar dengan pemilik kendaraan dan warga lainnya.

Sementara itu, Pemerintahan Presiden Mexico Andres Manuel telah menutup sejumlah pipa penyalur bahan bakar minyak untuk menghindari pencurian bensin yang semakin marak. Tahun lalu, pencurian bensin diperkirakan mencapai kerugian hingga $ 3 miliar. Sejumlah pengamat memperkirakan, pencurian itu dilakukan kelompok kriminal yang digerakkan oleh kelompok kartel narkoba kriminal.

Perusahaan minyak negara, Pemex mengimbau agar ”Pencurian bensin dihentikan, karena hal itu sama halnya dengan merampok nasional,” bunyi imbauan itu. ”Bahan bakar masih mencukupi, namun karena banyak dicuri sehingga terlihat langka. Kami akan menerapkan peraturan ketat, dan membutuhkan bantuan seluruh rakyat Mexico,” bunyi imbauan Pemex yang disiarkan lewat video di Twitter, pekan lalu.

Krisis bahan bakar terjadi setelah pemerintah Mexico menaikkan harga bahan bakar pada tahun 2017 lalu. Pencurian bensin menjadi berita nasional, dan kasus ledakan pusat bahan bakar minyak terjadi dalam beberapa tahun lalu. Ledakan terakhir terjadi 2010 lalu, mengakibatkan 28 orang tewas. (DP)