Press "Enter" to skip to content

Visa Diaspora, Apa Kelebihannya Dibanding Visa Lainnya?

Apakah warga negara asing atau WNA pemegang Visa Diaspora masih perlu verifikasi jika ingin sekolah atau bekerja di Indonesia? Pada prinsipnya kementerian imigrasi akan selalu membantu. Demikian dijawab Dirjen Imigrasi Reppublik Indonesia Silmy Karim. “Nanti akan ditegaskan, bahwa visa diaspora bisa untuk pendidikan atau bekerja. Jadi si pemberi kerja atau pemberi pendidikan akan bisa menerima diaspora tersebut,” tambahnya dalam acara zoom yang digelar ILUNI UI USA pada Senin pagi, 13 Mei 2024 WIB, atau Minggu malam, 12 Mei 2024 waktu Amerika.

Masih banyak pertanyaan muncul saat acara zoom bertajuk Visa Diaspora yang didukung Ditjen Imigrasi- Kemkumham tersebut. Termasuk tentang bagaimana jika pemohon sudah berganti gender, atau apakah investasi yang dijaminkan bisa juga dari property yang dimiliki pemohon di Indonesia, dan bagaimana jika data pemohon sudah tidak ada? Atau Bagaimana menarik investasi jika pemohon mengakhiri perpanjangan visa diasporanya? Dan lain sebagainya. Semua dijawab dengan jelas oleh Silmy sebagai narasumber utama dari acara yang bekerjasama dengan Perwakilan RI di Washington DC, San Francisco dan Los Angeles itu. Secara singkat, Silmy menjawab bahwa property untuk WNA yang diakui terkait visa tersebut adalah apartemen (bukan landed house) bernilai di atas 1 juta dolar US. Hal tersebut diterapkan agar aman dan tidak mengganggu suplay dan demand pasar tanah di Indonesia. Silmy juga melanjutkan bahwa berbeda dengan Amerika atau pun SIngapura, di Indonesia kepemilikan property oleh WNA masih sensitif. “Ini terkait pada kepastian hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara untuk ex WNI dan sudah ganti gender, yang bersangkutan tetap bisa mengajukan visa diaspora. “Pada prinsipnya tidak ada larangan, dalam arti dalam pemberian visa diaspora tidak ada larangan penggantian kelamin, jadi selama tidak ada larangan, tidak ada aturan yang bisa melarang ybs untuk mendapatkan visa diaspora,” tegas Silmy lagi. Nada yang sama juga ketika menjawab terkait jika pemohon telah hilang datanya. “Kita bisa mencari sama-sama, di data kami pasti masih ada,” katanya. Silmy seolah menggambarkan tidak ada kendala dalam pembuatan visa diaspora ini.

Acara daring yang dibuka ketua ILUNI UI Chapter USA Ake Pangestuti ini, pun menjelaskan bagaimana cara pendaftaran visa diaspora ini secara rinci. Semua tahapnya bisa dilihat di web imigrasi.go.id. Halaman aplikasinya user friendly . Tinggal diikuti saja pilihan-pilihannya. Proses persetujuannya maksimal empat hari kerja. Proses perizinan keimigrasian dilakukan secara digital (online) . Produk izin keimigrasian (visa, ITAS, dan IMK) juga dikirimkan melalui email.

Jika ada masalah dalam prosesnya, bisa bertanya lewat live chat yang tersedia di laman tersebut. “Kalau tak terjawab bisa kontak langsung saya lewat akun instagram. Tapi harus lewat live chat dulu ya,” ujar Silmy sambil tertawa. Bagi yang tinggal di wilayah US, konsul imigrasi KJRI LA, Feddy M Pasya yang hadir saat zoom digelar, menyatakan juga siap membantu dalam pembuatan visa diaspora di lapangan.

Ditjen Imigrasi sendiri telah mengimplementasikan kebijakan visa diaspora bagi orang asing eks WNI dan keturunannya. Selain itu, bagi spouse (suami/istri) dan anak juga mendapatkan visa penyatuan keluarga dengan lama izin tinggal yang sama dengan principal-nya (pemegang visa diaspora). Terdapat empat jenis visa diaspora, dua diantaranya termasuk dalam Golden Visa. Pertama, Indeks visa E32A dengan lama tinggal lima tahun, yaitu untuk diaspora (eks WNI) dengan komitmen investasi 35 ribu USD. Kedua, indeks E32B dengan lama tinggal 5-10 tahun untuk diaspora (keturunan eks WNI paling banyak derajat kedua) dengan komitmen investasi 50 ribu sampai 100 ribu USD. Ketiga indeks visa E32C untuk diaspora eks WNI, lama tinggal dua tahun. Keempat indeks visa E32D untuk diaspora eks WNI dengan komitmen investasi 15ribu USD (optional), lama tinggal satu tahun. Jika dibandingkan dengan visa lainnya, visa diaspora ini memiliki benefit yang lebih lengkap. Juga komitmen investasi yang harus dipenuhinya lebih rendah. Contoh benefit visa diaspora, pertama memiliki masa tinggal lebih lama (5-10 tahun) dan dapat diperpanjang (unlimited, kata Silmy). Kedua, memiliki jalur khusus layanan di Kantor Imigrasi dan TPI. Ketiga, dapat membuka rekening perbankan Indonesia sebelum masuk ke Indonesia. Keempat, dapat melakukan bisnis dan investasi di Indonesia. Kelima, dapat bekerja atau memiliki hubungan kerja dengan penjamin di Indonesia. Keenam, besaran komitmen investasi di Indonesia, minimal 15ribu USD (sementara visa lainnya minimal 50ribu USD). Sampai saat zoom ini berlangsung, menurut Silmy, sudah ada permintaan penerbitan visa diaspora dari berbagai negara. Permintaan untuk visa jenis E32A, misalnya, ada 13 permintaan, Yaitu, 9 dari Amerika Serikat, tiga dari belanda, dan satu dari Australia. Kemudian untuk visa E32B ada satu dari Belanda. Selanjutnya untuk E32C, ada 36 permintaan, yaitu 9 dari Australia, 8 dari Singapura, 8 dari Amerika Serikat, 3 dari Belanda, serta 2 dari Taiwan. Terakhir permintaan untuk indeks visa E32D ada 19. Yaitu 8 dari Amerika Serikat, 3 dari Singapura, 3 dariAustralia, 2 dari Kanada, serta 1 dari Inggris,

Diharapkan visa diaspora ini bisa meningkatkan lagi kontribusi para diaspora Indonesia bagi negaranya. Sebagai catatan, jumlah penduduk Indonesia yang beremigrasi ke luar negeri terus meningkat. Pada 2022, Indonesia menduduki peringkat ke-11 negara asal emigran di dunia dan peringkat ke-2 di ASEAN dengan jumlah 4,58 juta orang atau 1,6% dari populasi penduduk. Saat itu, Indonesia menerima remitansi dari luar negeri sebesar 13,09 Miliar USD. Yaitu setara dengan sekitar 0,9% dari GDP Indonesia

Menurut perwakilan dari KBRI Washington DC, Sade Bimantara, di awal acara zoom, menyebutkan bahwa diaspora Indonesia akan terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. Sade juga menyebutkan bahwa devisa yang disumbangkan diaspora Indonesia pada tahun 20022 dan 2023 adalah sekitar 130 triliun rupiah. Belum lagi peningkatan investasi dari sisi akademik, riset, inovasi, jejaring internasional dan lain sebagainya, lanjutnya. Anda tertarik memiliki visa diaspora yang diam-diam telah diluncurkan sejak kuartal ke-3 tahun 2023, ini? Siapkan saja paspor (masa berlaku minimal 12 bulan), bukti biaya hidup, pas foto berwarna, pernyataan berisi komitmen membeli Obligasi Pemerintah Indonesia senilai saham/reksadana perusahaan publik di Indonesia, atau menyimpan uang dalam bentuk deposito senilai 35.000 dolar AS (kurang lebih Rp542 juta). Surat pernyataan itu diserahkan ke Imigrasi dalam waktu 90 hari sejak kedatangan di Indonesia. Syarat lainnya, dokumen yang membuktikan pemohon pernah menjadi warga negara Indonesia (WNI), misalnya seperti kartu identitas penduduk (KTP), akta kelahiran, kartu keluarga, paspor Republik Indonesia, ijazah, atau sertifikat rumah.

Jika semua dokumen itu hilang atau tak lengkap, seperti kata Silmy dalam sesi tanya jawab tadi, Anda tinggal datang ke Ditjen Imigrasi, data bisa Anda cari di sana. (Susandijani)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mission News Theme by Compete Themes.