Press "Enter" to skip to content

Skenario Bila Joe Biden Tak Mampu Lagi Jadi Presiden

Penampilan Presiden Joe Biden dalam debat pertama dua pekan lalu sangat mengecewakan. Presiden berusia 81 tahun itu, benar-benar seperti seorang kakek yang linglung.

Penjelasannya terhadap pertanyaan moderator, dinilai kurang fokus bahkan cenderung memalukan. Salah satu pendukungnya, bahkan menyebut debat antara Joe Biden dan Donald Trump itu ‘’The Mummy vs The Dummy atau Si Mayat Hidup lawan Si Dungu’’ kata Trevor Borden, pendukungnya dari California kepada Fox News.

Hasil poll pendapat usai debat pertama capres AS 2024.

Meski putaran debat selanjutnya, berlangsung hingga pemungutan suara Desember nanti, suara-suara mengganti Joe Biden cukup kencang. Di antara sejumlah nama calon penggantinya, ada dua nama potensial. Mereka adalah Kamala Harris, wakil presiden AS dan Michelle Obama, mantan ibu negara yang dinilai layak menggeser Joe Biden.

Berikut ini sejumlah skenario yang diperkirakan bakal terjadi sampai akhir tahun 2024:

Pertama: Kamala Harris selaku Wapres dan sejumlah anggota kabinet akan melayangkan deklarasi ke Kongres dan ketua Parlemen. Intinya menyebutkan Joe Biden tidak mampu lagi menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara. Jika disetujui Kongres, Kamala berhak menggantikan posisi Biden sebagai calon presiden AS.

Wapres Kamala Harris (CNN) Joe Biden bisa saja melakukan beberapa langkah untuk mengganjal upaya pendongkelan di kubu Demokrat itu. Antara lain dengan menyatakan bahwa ia masih mampu melanjutkan tugasnya sebagai presiden. Tapi langkah itu hanya berlangsung 4 hari saja. Selebihnya nasib Biden akan bergantung pada Kongres yang akan menggelar pertemuan selama 48 jam dan mengeluarkan keputusan selama 21 hari ke depan. Jika namanya dicoret, maka Kamala Harris akan melanjutkan tugasnnya sebagai acting president, hingga AS memilih presiden baru. Sementara itu, Kamala boleh melanjutkan pencalonannya hingga terpilih secara resmi sebagai presiden dalam pemilu presiden 2024, Desember nanti.

Michelle Obama

Yang menarik diamati, siapa calon kuat lain yang bakal bersaing melawan Kamala Harris? Dia tak lain adalah Michelle Obama. Wanita berusia 60 tahun bernama lengkap Michelle LaVaughn Robinson Obama ini disebut-sebut sebagai wanita yang bakal menggetarkan panggung Donald Trump.

Lulusan Harvard University ini dinilai memiliki pemikiran cemerlang dengan sejumlah idenya yang disukai warga AS. Di antaranya, berkampanye mengkonsumsi makanan sehat bagi keluarga AS dan persamaan gender. Yang paling mengesankan, adalah ketika dalam pidatonya saat mendukung Biden tahun 2020. Michelle menyebut ‘’Betapa berbahaya negara AS bila pemilih memberikan suaranya kepada Donald Trump,’’ katanya di hadapan ribuan hadirin di acara Konvensi Partai Demokrat tahun itu.

Tak heran bila dalam poll pendapat yang digelar sejumlah organisasi menyebut Michelle Obama meraih suara cukup tinggi. Poll pendapat Ipsos/Reuters Rabu lalu mengungkapkan, Michelle meraih 50%, sementara suara pendukung Trump hanya 39% suara. Poll pendapat itu juga menyebut Biden meraih 40% saja, bersaing dengan 40% suara yang mendukung Donald Trump, calon Republik.

Jadi, siapa yg akan maju menjadi presiden AS berikutnya? Pemilu AS Desember 2024 nanti bakal berlangsung makin seru. Sebab Joe Biden masih ngotot tetap maju dan tak bersedia mundur. “Saya akui penampilan kemarin bukan yang terbaik, sehingga muncul banyak spekulasi,” ujarnya saat kampanye di Negara Bagian Wisconsin Jumat lalu.

Apakah saya akan mundur? “Jawabannya, saya tak akan mundur. Saya tetap maju dan tetap yakin akan memenangkan pemilu presiden lagi,” teriaknya disambut tepuk tangan gemuruh pendukungnya di Madison, ibukota negara bagian Wisconsin. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.