Press "Enter" to skip to content

Manifesto Gerhard Muller Gugat Kepemimpinan Gereja Katolik

Gerhard Muller, seorang kardinal Jerman menggugat pimpinan Gereja Katolik, yang dinilai terlalu lembek. Lewat sebuah manifesto yang dikeluarkan 8 Februari lalu, Kardinal Muller berani memperdebatkan ajaran teologi Katolik yang dinilainya sudah menyimpang.

”Hari ini, banyak umat yang tidak tahu tentang dasar-dasar ajaran Kepercayaan Katolik, sehingga membahayakan langkah menuju kehidupan kekal ,” tulis Muller dalam seruan terbuka yang disebut sebagai ‘Manifesto of Faith’.

 

Menurut The Catholic World Report, dalam manifesto empat halaman itu, Muller memperdebatkan banyak hal penting. Di antaranya, tentang umat Katolik yang bercerai tapi masih diizinkan menerima komuni. Selain itu, Muller juga mempertanyakan pernikahan warga Katolik dengan pasangan Non-Katolik. ”Mereka yang telah berdosa harus menjalani sakramen Rekonsiliasi sebelum menerima komuni,” tulis Muller. Kardinal 57 tahun itu, juga mempertanyakan Vatikan yang mengizinkan wanita ditahbiskan menjadi imam dan memimpin misa kudus.

Meski dalam manifesto itu, Muller tidak menyebut Paus Franciscus, namun banyak pihak tahu bahwa ia mengkritik kepemimpinan Pemimpin Katolik dunia yang dianggap terlalu liberal. Apalagi, manifesto itu diterbitkan setelah Paus Franciscus kembali dari kunjungannya ke Uni Emirat Arab, dan Rusia bertemu dengan para pemimpin Gereja Ortodoks. Di akhir manifestonya, Muller meminta warga Katolik “Memohon Tuhan Allah untuk menunjukkan betapa besar Keyakinan Katolik yang mengantar ke kehidupan kekal,” tulis Muller.

Sementara itu, sebuah petisi yang mendukung manifesto Muller itu, juga telah dikirim ke seluruh dunia. ”Jika anda menanda-tangani petisi ini, anda tergabung ribuan umat Katolik lainnya,” tulis Life Petitions salah satu situs umat Katolik. ”Kami mengimbau para imam, uskup, kardinal dan Bapak Suci agar setia pada tradisi dan doktrin Gereja, menghadapi berkembangnya kebingungan dan keresahan moral Katolik,” tulis Life Petitions.

Meski begitu, Manifesto Muller itu dikecam Kardinal Walter Kasper. Dalam pernyataan resminya di situs ‘katholish.de’, Kasper menuduh Muller ”Membuat pernyataan terselubung yang tidak dapat diterima,” kata Kasper, pendukung utama kebijakanVatican. ”Memang mengerikan membaca manifesto pernyataan Muller yang gagal mengajarkan Kebenaran,” kata Kasper. ”Konsep itu seperti sebuah tipu daya kelompok Anti-Kristus,” sambungnya.

 

Maklum, umat Katolik yakin bahwa Paus Franciscus adalah wakil Tuhan Yesus Kristus di dunia. Buktinya, pada saat terpilih menjadi Bapa Suci tahun 2013 lalu, cerobong di atas Tahta Suci Vatikan mengeluarkan asap putih yang dipercaya sebagai ‘Restu Ilahi’.

Sejauh ini, belum terdengar keterangan resmi dari Tahta Suci di Vatikan. Pada tahun 2017, Kardinal Gerhard Muller, dipecat Paus Franciscus dari jabatannya sebagai anggota Kongregasi Doktrin Keyakinan Katolik, karena sikap kerasnya. Lewat manifesto itu Gerhard Muller dikabarkan tengah menyusun ajaran Gereja ke-4, yang intinya mengembalikan Gereja Katolik menjadi puritan. (DP)