Press "Enter" to skip to content

Kemeriahan Perayaan Imlek & Cap Go Meh di Singkawang, Kalbar

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, boleh jadi adalah salah satu yang paling meriah. Tidak hanya di Indonesia, juga di dunia. Setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kota pecinan itu semakin semarak. Apalagi sejak Cap Go Meh Singkawang dimasukkan dalam kalender wisata nasional pada 2009.

 

Situs Spetakel.id mengabarkan, ketika merayakan Imlek di Singkawang, salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Mi Panjang Umur atau Mi Asin Singkawang. Penganan yang satu ini merupakan jamuan khas Imlek di Singkawang yang tak boleh dilewatkan.

Sementara, Festival Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek yang dilangsukan 15 hari setelahnya. Seperti di negara asalnya, Cap Go Meh dirayakan dengan pemasangan lampion, dan tarian serta arak-arakan barongsai. Namun, adalah Pawai Tatung yang menarik hingga ribuan turis dari berbagai negara turut merayakan Cap Go Meh di Singkawang.

Ritual Pawai Tatung di Singkawang bermula sebagai ritual penyembuhan dan tolak bala di permukiman Suku Khek dan Hakka yang bermigrasi dari Tionghoa ke Singkawang 400 tahun silam. Ritual tolak bala ini disebut Ta Ciau dalam Bahasa Hakka. Sejak saat itu, ritual Ta Ciau dilangsungkan secara rutin setiap tahun hingga saat ini dikenal sebagai Tatung.

Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini Tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para dewa, ksatria, atau pun leluhur yang akan membantu mereka mengusir roh jahat agar kehidupan masyarakat lebih damai. Tradisi Pawai Tatung ini kemudian berakulturasi dengan perayaan Cap Go Meh di Singkawang dan menjelma jadi salah satu festival paling meriah di Asia. (spektakel.id)