Press "Enter" to skip to content

Warga Indonesia Philadelphia Rayakan Hari Kemerdekaan RI ke-74

Oleh: Lia Suntoso Sundah

Proklamasi Kemerdekaan RI dan Bendera Merah Putih Dikibarkan di Kota Deklarasi Kemerdekaan AS Philadelphia

Masyarakat Indonesia dan Pemerintah Kota Philadelphia merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 sekaligus merayakan 70 tahun hubungan diplomatik RI-AS melalui acara pengibaran bendera merah putih di City Hall Philadelphia, Pennsylvania.

 

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar, Acting Konsul Jenderal Yohanes Jatmiko, para pejabat pemerintah Philadelphia, dan 150-an anggota masyarakat. Turut hadir pada acara ini beberapa tokoh masyarakat Indonesia dari Philadelphia dan daerah sekitarnya.

Disertai seruan “Merdeka, merdeka, merdeka!”, pada pesan singkatnya, Mahendra mengatakan pada seluruh masyarakat Indonesia yang hadir untuk mengenang dan menghargai pengorbanan pahlawan kemerdekaan dengan terus memajukan Bangsa Indonesia di seluruh dunia, termasuk di Philadelphia ini.

Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Philadelphia ini memiliki nilai istimewa karena para pendiri Bangsa dan Negara Indonesia banyak belajar dari perjuangan dan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang dilaksanakan di Philadelphia tanggal 4 Juli 1776. Untuk itu, Pemerintah Indonesia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang diberikan oleh Walikota Philadelphia dan Gubernur Pennsylvania melakukan peringatan dan pengibaran bendera di Balaikota, lanjutnya.

Sinta Penyami, koordinator acara ini yang mewakili konsolidasi relawan NKRI Amerika Bersatu mengatakan, bahwa ini ketiga kalinya Bendera Merah Putih dikibarkan di City Hall Philadelphia. “Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi kita semua. Ini merupakan bukti bahwa peran masyarakat Indonesia sangat dihargai disini,” jelas Sinta.

 

Merry Borsafe, salah satu anggota masyarakat Indonesia asal Papua yang bermukim di wilayah Philadelphia dan hadir pada acara pengibaran bendera mengatakan, “Saya senang ikut hadir pada acara penting ini. Saya juga menghimbau kepada seluruh warga Papua di Indonesia dan AS untuk tidak terus terpengaruh provokasi pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab dan ingin memecah belah kita,” katanya.

”Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ini mengingatkan kita atas visi para pendiri Bangsa dan Negara Indonesia yang besar. Dalam visi itu tidak ada tempat bagi diskriminasi sesama anak-bangsa, yang akan memecah-belah NKRI. Saya berharap para pihak yang melakukan pelecehan dan diskriminasi itu dapat dihukum sesuai aturan yang berlaku,” lanjut Merry Borsafe.

 

Yang menarik, acara ini juga dihadiri oleh Vanny Tousignant, desainer Indonesia yang berdomilisi di New York yang kebetulan pada tgl 15 September nanti akan menyelenggarakan International Fashion Week di New York.

Vanny, ternyata secara khusus telah berencana untuk menampilkan keindahan alam dan budaya Papua pada September mendatang mengatakan, “Semoga kesempatan ini dapat kita pergunakan semaksimal mungkin untuk memperkenalkan budaya Papua ke mata dunia. Selain Papua, saya sendiri yang berasal dari Ambon juga akan membawa tenun Tanimbar di show saya nanti,” ujarnya.

Pada bagian lain Mahendra juga menyampaikan dukungannya untuk kemajuan 6.000 orang Indonesia yang bermukim di Philadelphia, termasuk dalam pengembangan usaha mereka di sana. Untuk itu, dia mengusulkan pembentukan Divisi Indonesia pada Asian Chamber of Commerce di Philadelphia.

Divisi khusus itu diharapkan dapat meningkatkan eksistensi dan kemajuan sekitar 30 pelaku bisnis Indonesia di Philadelphia dengan makin membuka akses mereka kepada fasilitas dan program yang diberikan oleh Pemerintah dan stakeholders di Kota itu. Juga Divisi itu dapat terus meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, pendidikan dan jasa kesehatan antara Indonesia dengan Kota Philadelphia dan Negara Bagian Pennsylvania.

 

Para pejabat Philadelphia dan manajemen Asian Chamber of Commerce di Philadelphia menyambut positif gagasan itu dan siap merealisasikannya bekerjasana dengan komunitas Indonesia dan KBRI serta KJRI.

Acara peringatan Proklamasi dan pengibaran Merah-Putih itu dilanjutkan dengan Pesta Rakyat Komunitas Indonesia pada hari Sabtu, 24 Agustus 1945. (Artikel: Lia Suntoso Sundah/Foto2: Bono Anggodo)