Press "Enter" to skip to content

Beberapa Tips & Langkah Hadapi Kekerasan Suami di Amerika Serikat

Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dituturkan artis Tiga Setia Gara membetot perhatian kaum wanita Indonesia. Lebih-lebih artis cantik itu telah beberapa kali mengalami kekerasan yang sama sebelumnya.

Selama tinggal Ohio, Amerika Serikat, rupanya Tiga Setia Gara belum paham tentang seluk beluk warga Indonesia untuk mencari pertolongan. Dan itu bisa dialami pula oleh kaum wanita Indonesia yang baru bersuami warga AS.

 

Apa saja langkah yang harus diambil untuk melindungi diri? Berikut tips atau kiat Uly Siregar, penulis, kolomnis serta mantan dosen tidak tetap di Arizona State University. Ibu tiga putri bersuami warga Amerika Serikat itu, kini tinggal di Ithaca, New York.

1. Dulu saya membekali diri dengan uang cukup di rekening pribadi, setidaknya untuk biaya menginap di hotel dan ongkos pesawat, apabila kondisi memaksa saya harus lari.

2. Cari komunitas Indonesia. Saya pilih komunitas gereja dan ikut aktif. Intinya “find a family” in foreign land.

3. Please, please, lapor diri ke KBRI/KJRI. Seburuk-buruknya pelayanan institusi tersebut, mereka lembaga resmi wakil negara yang wajib melindungi kita WNI di luar negeri.

4. Sebaiknya bekerja. Perempuan yang bekerja cenderung lebih independen dalam soal finansial, sehingga suami lebih segan.

5. Meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga, tidak berlebihan bila menyusun rencana untuk proteksi diri. Susun rencana atau langkah-langkah jitu, bila pernikahan anda mulai di ujung tanduk. Sekali lagi: Cari sebuah keluarga yang dapat memberikan dukungan atau membela anda bila terjadi sesuatu. IT IS THAT IMPORTANT!!

6. Buka rekening bank atas nama berdua: Suami dan istri secara bersama-sama. Sehingga seluruh keuangan dan simpanan bisa terpantau secara bersama-sama. Selain itu, ada baiknya sisihkan uang untuk memiliki rekening bagi diri sendiri atau pribadi.

7. Yang pasti, kenali ciri-ciri pria yang biasa melakukan kekerasan terhadap wanita! Jangan ragu untuk meninggalkannya, walaupun kekerasan itu baru pertama kali terjadi. Segera minta bantuan dari manapun. Kehidupan dan keselamatan anda lebih penting dari segalanya. Jangan malu meminta tolong, karena anda tidak sendirian. Aksi kekerasan banyak terjadi di mana pun.

8. Yang rumit dan sulit dialami kaum ibu bila telah memiliki anak di bawah umur, dalam pernikahan. Duh, Gusti. Banyak kasus seperti ini yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan, sehingga banyak kaum ibu yang bertahan dari pukulan suami. Mereka biasanya takut, karena diancam oleh suaminya yang hendak menculik atau membawa paksa anak-anak mereka.

9. Jalin hubungan dengan keluarga, kerabat, kenalan dekat atau rekan kerja pihak suami. Jaga hubungan baik dengan mereka. Hubungan baik membuat mereka juga “sayang” pada kaum istri. Lagipula mereka akan ikut melindungi para istri. Bergaul! Jangan menutup diri.

10. Langkah terakhir yang harus dilakukan: Jangan segan atau ragu menghubungi petugas hukum atau polisi, pada saat anda mengalami situasi yang mengancam jiwa. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah selamatkan diri anda dulu. Jangan membawa kabur anak-anak, karena hal itu akan menjadi bumerang bagi anda sendiri, karena di AS, anda bisa dituduh melakukan penculikan. Hukumannya cukup berat, karena penculikan dianggap sebagai kejahatan besar.

11. Selamatkan diri, tenangkan diri, dan mulai berpikir strategis. Cari bantuan. ”Saya tahu, hal ini sangat berat dan menakutkan, merasa sendiri dan tak berdaya. I’m so sorry that happens. Dalam kondisi seperti itu, anda tidak bisa berlama-lama menyesali diri. Anda harus bangkit dan segera beranikan diri untuk melawan perlakuan kasar dan semena-mena itu,” tulis Uly Siregar.

Banyak sekali tempat-tempat penampungan di AS bagi kaum wanita yang mengalami kekerasan suami dan membimbing agar mampu berdiri tegak kembali. ”Coba dicari ya,” sambung Uly Siregar.

Selama dua tahun pertama menjalani pernikahan dan tinggal di AS, merupakan tahun-tahun kritis, karena status imigrasi warga asing (Indonesia). Karena itu diupayakan agar cepat beradaptasi dan luangkan waktu mempelajari hak-hak dan strategi bertahan bila mengalami badai yang mengguncang pernikahan kita. ”Marriage is not all rainbows,” tulisnya.

 

Saran utama bagi kaum wanita yang menikah dengan warga asing: Cari tahu siapa calon suami anda sedalam-dalamnya. Pernikahan adalah perjalanan hidup yang serius dan tidak main-main. Perkenalkan dia kepada sanak keluarga anda, atau teman dekat dan kerabat lainnya. Berikan waktu untuk suami anda. ”Dan yang terpenting!! pastikan bahwa ia bukanlah lelaki ringan tangan atau suka melakukan tindak kekerasan,” tulis Uly.

Kenapa harus hati-nati? Karena anda di tempat asing yang jauh dari keluarga atau teman yang biasanya menjadi tempat mengadu atau minta pertolongan. Pastikan suami anda adalah lelaki pendamping yang layak dicintai, dan anda meninggalkan Indonesia demi dia. Take care. Stay safe,” pesan Uly Siregar. (Artikel ini dikutip atas izin Uly Siregar dari akun Twitternya /DP)