Press "Enter" to skip to content

Bahasa Indonesia di AS jadi media Diplomasi

 

Telah digunakan oleh lebih dari 159 juta orang di seluruh dunia, Bahasa Indonesia telah menjadi salah satu Bahasa dengan penutur terbanyak. Keindahan alam dan potensi pariwisata dan ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang membuat Bahasa Indonesia menjadi Bahasa populer yang banyak diminati oleh masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali di Universitas Pennsylvania di Amerika Serikat.

Program Bahasa Indonesia telah dilaksanakan oleh Universitas Pennsylvania selama lebih dari 6 tahun dibawah naungan Penn Language Center. Meskipun mengalami pasang surut dalam hal minat belajar mahasiswa dalam mengambil program Bahasa Indonesia di Universitas Pennsylvania, program ini secara konsisten terus membuka dua level kelas yang dapat diikuti oleh mahasiswa baik dari program Sarjana hingga Pascasarjana.

Tahun ini program Bahasa Indonesia didukung oleh salah satu pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, atau yang biasanya dikenal dengan BIPA, dari Sulawesi Tenggara. Muhammad Kurniawan Rachman atau yang biasanya akrab disapa Pak Wawan kini menjadi salah satu pengajar di kelas Bahasa Indonesia di Upenn selama satu tahun. Kedatangan Pak Wawan merupakan kerjasama antara pihak Upenn dan juga Bureau of Educational and Cultural Affairs dibawah program Fulbright-Badan Bahasa Foreign Language Teaching Assistant Program 

“Saya sangat senang karena bisa mendapat kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui Bahasa di Amerika Serikat. Saya merasa bahwa Bahasa bisa menjadi media diplomasi untuk memperkuat hubungan baik antara kedua negara ” katanya. 

(Pak Wawan saat mengajar di kelas Bahasa Indonesia)

“Menurut saya Indonesia telah menarik banyak perhatian dari mahasiswa dan peneliti di kampus ini khususnya di bidang lingkungan, sejarah dan ekonomi-politik, namun ketertarikan untuk belajar bahasanya masih kurang. Diperlukan banyak usaha untuk memberikan pemahaman bahwa akan lebih banyak hal yang dapat dilakukan ketika kita dapat mengerti Bahasa dari objek atau area yang kita tekuni khususnya dalam penelitian tentang Indonesia” tambahnya.

Saat ini rata-rata pembelajar yang mengikuti kelas Bahasa Indonesia adalah mereka yang telah berkunjung ke Indonesia dan ingin belajar lebih banyak tentang Indonesia melalui bahasanya atau mereka yang memiliki keturunan atau darah Indonesia dalam keluarganya (atau yang biasa disebut dengan heritage speaker. 

Promosi tentang pengenalan Bahasa Indonesia saat ini telah banyak dilakukan oleh Penn Language Center sebagai penyelenggara program ini, misalnya dengan mengadakan meja budaya untuk memperkenalkan pembelajaran bahasa-bahasa yang dapat diakses oleh mahasiswa di lingkungan Upenn melalui lembaga ini. Dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap Indonesia, mari kita berharap bersama agar perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dapat terus berkembang khususnya di Amerika Serikat. 

(Pak Wawan saat memperkenalkan Angklung dan Wayang Kulit di International Festival di Universitas Pennsylvania)