Press "Enter" to skip to content

Ini Dia Penampilan ‘Ambyar’ Paduan Suara Mahasiswa Universitas Jember

Upacara Wisuda Universitas Jember yang berlangsung Minggu 26 Januari 2020 lalu, benar-benar terasa segar. Wisuda yang biasanya dirayakan secara resmi dan terkesan kaku, hari itu berubah menjadi santai dan penuh ceria.

Lagu hymne perguruan tinggi yang dinyanyikan hadirin dan para sarjana baru itu, ditampilkan bersama dengan Lagu ‘Pamer Bojo’ karya Didi Kempot. Kontan saja para dosen pembimbing dan Rektor Prof Drs. Moh Hasan MSc, serta para pimpinan lainya, ikut bertepuk tangan.

”Profesor Sofyan ikut goyang juga,” tulis Disa Yulistian, salah satu mahasiswi Universitas Jember di jalur YouTube. IaSementara itu, Wawan Kuswantoro, mahasiswa lain mengungkapkan kegembiraannya: ”Wah Prof. Yuli lha kok ikut joget di belakang,” tulisnya mengomentari Profesor Yuli Witono, dosen Departemen Teknologi Produk Pertanian Universitas Jember.

Rupanya, bukan kali ini saja acara wisuda diwarnai dengan lagu Jawa Campursari atau dang-dut. Beberapa acara wisuda sebelumnya, Universitas Jember menampilkan lagu-lagu Jawa. Misalnya pada wisuda 1 Desember 2019, kelompok Paduan Suara Mahasiswa Universitas Jember, PSM Unej juga menyanyikan lagu Jawa lain berjudul ‘Kertonyono Medot Janji’.

Ketua PSM UNEJ 2020 Venanda Kharisma Premana Putra menyebut pemilihan lagu yang ditampilkan di acara diputuskan oleh pelatih, pembina, dan panitia kampus. Setelah ada keputusan tersebut, barulah tim PSM melakukan latihan.
“Tapi terkadang ada juga permintaan dari rektorat, seperti lagu Pamer Bojo,” ungkap mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Bisnis itu kepada kumparan, Selasa (28/1).

Cikal bakal Universitas Jember berasal dari gagasan dr. R. Achmad bersama-sama dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman yang bercita-cita mendirikan perguruan tinggi di Jember. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman.

Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA.

Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember saat itu, R. Soedjarwo. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 151 Tahun 1964 tanggal 9 Nopember 1964, tentang didirikannya Universitas Negeri di Jember. Usaha tanpa kenal lelah sejak tahun 1957 itu akhirnya berhasil menjadi kenyataan, Universitas Negeri Djember berdiri!

Pada awal berdirinya pada tahun 1964, Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED, memiliki lima fakultas, terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor pertama dijabat oleh dr. R. Achmad. Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh Letkol. Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol. Soetardjo, SH (1969-1978) dan Kol. Drs. H. R. Warsito (1978-1986).

Baru semenjak tahun 1986, rektor Universitas Jember dijabat oleh sivitas akademika-nya sendiri, yakni oleh Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakosa (1986-1995), Prof. Dr. Kabul Santoso, MS (1995-2003), Dr. Ir. T. Sutikto, MSc (2003-2011) dan Drs. Moh. Hasan, Msc Ph.D tahun 2012 sampai sekarang. (DP).