Press "Enter" to skip to content

Presiden Trump Akan Bagikan Uang Kaget $ 1000 ke Warganya

Dalam waktu dua bulan ke depan, Pemerintah AS akan mengirim setiap warga AS uang tunai minimal $ 1000 atau sekitar Rp 15 juta per kepala. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga akan menggelontorkan dana $ 300 miliar bagi pengusaha kecil dan menengah agar karyawannya tidak terkena PHK.

Harian The Washington Post mengabarkan, pemberian uang kaget itu tengah dibicarakan dengan pihak Senat, Kamis 19 Maret 2020. ”Termasuk suntikan dana sebesar $ 50 miliar bagi perusahaan penerbangan,” bunyi penjelasan resmi Departemen Keuangan sepanjang dua halaman yang beredar di Senat.

Meski masih dibicarakan di Senat dan akan diusulkan di Kongres, besar kemungkinan, pemberian uang kaget itu akan disetujui. Terutama pemberian sekitar Rp 15 juta per kepala bagi warga AS yang totalnya berjumlah $ 500 miliar. Departemen Keuangan akan mengirimkan bantuan tersebut dalam dua tahap: Pertama, pada 6 April nanti, lalu pengiriman kedua 18 Mei 2020.

”Jumlahnya tidak sama. Tergantung pendapatan dan jumlah keluarganya,” tulis surat dari Departemen Keuangan AS. Setiap kepala keluarga bisa saja menerima hanya menerima $ 600 tapi setiap anaknya diberi tunjangan sekitar $ 300 per kepala. Sedangkan bagi para taipan atau dan pengusaha, diperkirakan tidak akan menerima dana bantuan itu, karena telah diberi kemudahan untuk membayar cicilan atau pinjaman lunak bagi perusahaannya.

Bisa ditebak, pemberian uang tunai ini berhubungan dengan Krisis Virus Corona yang menghantam dunia. Gara-gara virus n-COVID 19 itu, Paman Sam mengalami defisit anggaran lebih dari $ 2 trilyun. Jutaan pekerja atau karyawan diminta bekerja di rumah. Bahkan banyak yang mengalami PHK karena tempatnya bekerja harus tutup pintu.

 

Krisis ekonomi akibat Virus Corona, diperkirakan lebih parah dibandingkan resesi ekonomi tahun 2007-2009. Presiden George W. Bush dan Barrack Obama, juga pernah memberikan paket Stimulus Ekonomi untuk menanggulangi krisis ekonomi pada masa pemerintahannya.

Restoran cepat saji McDonald di kawasan Blue Bell sampai memasang garis polisi di ruang makannya. ”Pembeli harus makan di luar. Kalau sampai ketahuan makan di sini, kami didenda $ 50 ribu,” ujar Jean Tarloski. Manajer McDonald ini tampak kelelahan melayani pembeli yang antre panjang di loket Drive-Thru.

Para ekonom AS mendorong Kongres yang dikuasai Partai Demokrat, lawan Trump, agar pemberian uang tunai itu dikabulkan. Termasuk di antaranya Greg Mankiw, kepala penasehat ekonomi Presiden George W. Bush. Juga Jason Furman, kepala penasehat ekonomi Presiden Barrack Obama.

 

”Mengirim cek ke setiap warga, merupakan langkah awal yang bagus,” tulis Mankiw di blognya. ”Kebangkitan ekonomi AS akan lebih cepat, dan meninggalkan akibat lock-down virus agar tidak berkepanjangan,” lanjutnya.

Melalui alamat pembayar pajak yang disimpan di Badan Pendapatan Internal, IRS, rakyat AS akan menerima uang kaget itu. Bahkan sekitar 90 persen di antaranya mereka membayar lewat akun bank.

Meski banyak warga AS yang menilai uang itu kecil, namun setidaknya dapat membuat lega sementara waktu, di tengah krisis ekonomi akibat Corona dewasa ini. ”Mosok cuma sebulan saja. Saya mau jika dibayari setiap bulan sampai dua tahun atau tiga tahun ke depan,” kata Myrna Pinkett, wanita AS berusia 75 tahun yang masih aktif bekerja.

Sementara bagi warga Indonesia yang tinggal di AS, uang segar itu cukup lumayan. Lebih-lebih bagi mereka yang kebanyakan bekerja di restoran Hibachi atau Sushi. ”Lumayan untuk kirim ke keluarga di kampung. Apalagi satu dolar AS sudah Rp 15 ribu,” kata Maman, warga Sunda yang tinggal di New York. (DP)