Press "Enter" to skip to content

Setiap Pembayar Pajak AS Kebagian Dana Stimulus Hampir Rp 20 Juta

Setiap pembayar pajak AS akan menerima uang bantuan sebesar $ 1.200 per kepala. Uang bantuan yang nilainya hampir Rp 20 juta, tepatnya Rp 19.200.00, itu akan diberikan dalam waktu sebulan mendatang.

Bagi mereka yang memiliki akun bank di Internal Revenue Service, IRS, maka dana itu kira-kira dapat diterima sebulan. Tapi bila dikirim lewat surat atau pos, memakan waktu lebih lama, sekitar dua bulan kemudian.

 

Bantuan sekitar Rp 20 juta itu tampaknya akan diterima oleh siapapun yang selama ini membayar pajak. Ada kabar, termasuk pula bagi para imigran resmi atau tanpa dokumen. Maklum, banyak imigran non-dokumen yang rajin membayar pajak menggunakan nomor wajib pajak milik orang lain, atau mendaftar nomor wajib pajak miliknya sendiri lewat Individual Taxpayer Identitas, ITIN.

Ketentuannya, setiap wajib pajak yang pendapatannya hingga $ 6 ribu/bulan – atau Rp 96 juta – akan menerima $ 1.200 per kepala. Jika suami istri bekerja dan membayar pajak, maka mereka memperoleh dua kali lipatnya. Anak-anak mereka yang belum berusia 17 tahun juga akan menerima bantuan sebesar $ 500 per kepala.

Lantas, bagi mereka yang berpendapatan lebih dari $ 6 ribu per bulan, akan diperhitungkan lagi dan akan menerima lebih besar lagi. Yang pasti, uang bantuan atau uang kaget itu tidak melebihi $ 75 ribu. Semua itu dihitung berdasar pembayaran pajak tahun 2019 lalu. Jika ada yang belum mengirim rincian pembayaran, maka perhitungan berdasar pembayaran pajak tahun 2018.

Pemberian dana bantuan itu dimungkinkan, setelah Senat menyetujui paket stimulus ekonomi bernilai total $ 2 triliun, Rabu 26 Maret 2020. Tujuannya? untuk menggulirkan roda perekonomian AS yang terpuruk akibat dihajar virus n-Covid19 sejak Februari lalu. Kini, AS menempati negara terburuk di dunia akibat terpapar virus Corona, dengan jumlah 68.489 kasus dan 1.032 korban meninggal dunia.

Memang, paket stimulus itu masih menunggu persetujuan Kongres, tapi besar kemungkinan ‘Paket Corona’ itu akan lolos dan akan diteken Presiden Trump dalam waktu dekat. ”Kami berharap agar setiap warga Amerika akan menerima cek secepat mungkin,” kata Presiden Trump.

 

Selain untuk memberi uang kaget bagi warga AS, paket stimulus $ 2 triliun atau setara Rp 3,2 ribu triliun itu, dialokasikan ke sejumlah sektor penting lainnya. Bantuan untuk tenaga medis dan rumah sakit mendapat $ 100 miliar, lalu Usaha Kecil Menengah, UKM mendapat $ 350 miliar, dan korporasi raksasa, termasuk maskapai penerbangan, kapal pesiar serta turisme mendapat $ 500 miliar. Dan $ 150 miliar untuk bantuan ke negara-negara bagian dan dana lokal.

Harian The New York Times mengabarkan, pembahasan dana stimulus ini sempat alot di Senat, karena para anggota Demokrat menemukan bukti yang menguntungkan para pengusaha. ”Sebelum diteliti, rancangan stimulus itu lebih menguntungkan korporasi. Bukan karyawan dan keluarganya,” teriak Nancy Pelosi, Ketua Parlemen AS musuh bebuyutan Presiden Trump.

Di dalam proposal setebal 1.400 halaman yang diusulkan Pemerintah Washington itu, Pelosi bersama Senator Chuck Schumer menemukan klausul yang menguntungkan bisnis keluarga Trump, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. ”Dalam program bantuan itu, mereka bisa mendapatkan pinjaman cukup besar,” kata Nancy Pelosi.

Karena itu, Pelosi dan Schumer mengingatkan agar dana bantuan pinjaman itu tidak bisa digunakan membeli saham di pasar saham atau di pasar bebas dunia,” tulis The New York Times. Di bagian lain, NYT juga melaporkan, Demokrat berhasil menyelamatkan dana senilai $ 130 miliar untuk dialihkan ke rumah-rumah sakit. ”Seperti lazimnya kompromi, rancangan paket ini jauh dari sempurna,” ujar Chuck Schumer.

 

Dana stimulus ekonomi seperti ini pernah dilakukan pemerintahan terdahulu. Presiden Barrack Obama pernah menggelontorkan paket stimulus ekonomi $ 825 miliar sebagai upaya memulihkan ekonomi AS lewat American Recovery and Reinvestment Act, ARRA, Februari 2009.

Sebelumnya, Presiden George W. Bush juga pernah menandatangani paket ekonomi stimulus sebesar $ 170 miliar dalam bentuk potongan pajak. Potongan pajak itu dikembalikan pada tahun berikutnya, dalam bentuk cek yang dikirim ke rumah warga AS. (DP).