Press "Enter" to skip to content

Pekerja Indonesia Philadelphia Diharap Jujur Agar Tak Menularkan virus COVID-19

Kondisi pekerja asal Indonesia di Philadelphia menjadi fokus utama dialog jarak jauh yang digelar Konsulat Jenderal RI New York, Rabu 6 Mei 2020. Dialog bertema: ”Dialog KJRI New York dengan Warga Indonesia di Philadelphia, yang berlangsung dua jam dan diikuti sekitar 50 orang tersebut, berjalan cukup seru dan menarik.

Lebih-lebih dialog itu digelar setelah peristiwa meninggalnya dua pekerja Indonesia akibat terpapar virus COVID-19. Kedua korban dimasukkan secara paksa ke dalam mobil jemputan berisi10 pekerja oleh agen mereka asal salah satu negara Asia Tenggara.

 

Menanggapi masalah ini, Bambang Tribuwono, salah satu agen penyedia Tenaga Kerja Indonesia lain yang ikut dalam diskusi itu, menyatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah preventif yang lebih baik. Antara lain menanyakan para pekerjanya satu per satu tentang kondisi kesehatannya. 

‘’Bila ada yang sakit, kami minta untuk istirahat selama dua minggu. Bahkan kami tidak menjemput mereka, dan memantau kondisi mereka,’’ tutur Bambang yang menyediakan masker bagi para pekerja dan pengemudi van pengangkut pekerja. Jumlah penumpang juga dibatasi hanya 8 orang dari biasanya yang 10 orang. ‘’Bahkan tempat duduk di pabrik juga diatur saling berjauhan.

Bambang Tribuwono, salah satu agen di Philadelphia.

Hal yang sama juga dilakukan Petra Wijaya Liu. Agen tenaga kerja Indonesia ini meminta agar para pekerja jujur dan bicara secara tebuka bila mengalami sakit, sehingga bisa dilakukan langkah pencegahan. 

Diskusi yang dipandu Sinta Penyami, pendiri Modero & Company, makin menarik dengan kehadiran Dewi Broadhurst dan Lilian Christaka. Dua wakil kantor Walikota Philadelphia komisi Asia Amerika ini, menjelaskan bagaimana dan di mana warga Indonesia dapat melakukan rapid test yang tersebar di sejumlah lokasi di Philadelphia dan pusat-pusat kesehatan lainnya.

Dokter Budi Saputra, Mercy Hospital Philadelphia.

Sementara itu, Dokter Budi Saputra dari Mercy Hospital meminta agar para pengemudi van pengantar pekerja membuka sedikit jendela di dalam mobilnya ‘’Agar sirkulasi udara lebih lega. Juga pengatur udara dekat sopir dibuka,’’ tutur Budi Saputra. Yang tak kalah menariknya Budi juga menjelaskan jenis-jenis masker yang dapat digunakan dan berharga murah. ‘’Satu di antaranya masker jenis KM-95 yang bisa dipesan dari China,’’ tambahnya.

Pastor Theny Landena.

Dalam kesempatan ini, Theny Landena, pastor ICC Philadelphia menjelaskan pihaknya mendorong umatnya lebih berhati-hati dan memberikan pelayanan prioritas bagi mereka yang rentan. ‘’Sayangnya belum ada hand sanitizer yang disediakan para agen bagi para pekerjanya,’’ kata Theny Landena. Pemimpin gereja ICC itu juga meminta agar para agen melengkapi pengemudinya dengan test suhu badan para penumpangnya, agar ketahuan mana yang sakit, sehingga bisa dirumahkan.

Petra Wijaya Liu, agen tenaga kerja di Philadelphia.

Bambang Tribuwono meminta agar para tenaga kerja Indonesia membawa surat keterangan dokter atau rumah sakit apabila mereka ingin kembali bekerja. Hal itu untuk menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi mengenai keluhan pekerja yang dirumahkan dan melamar kerja ke agen lain.

Tapi, menurut dokter Budi Saputra, pemberian surat keterangan sehat sangat sulit. ‘’Surat keterangan yang menyatakan telah sembuh dari virus COVID-19 tidak ada. Sebab, Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit, CDC menyatakan seorang pasien telah sembuh apabila telah dua kali menjalani tes. Tidak ada surat keterangan. ’’Seseorang dinyatakan sembuh bila tidak mengalami demam, tanpa menelan obat apapun selama 72 jam,’’ tutur Budi Saputra.

Pastor Beny Krisbianto.

Pengalaman Benny Krisbianto cukup mengesankan. Pemimpin Nations Worship Center ini telah mengantar 12 orang umatnya untuk melakukan tes. ‘’Jika ada yang kondisinya parah, kami antar dengan Uber,’’ tutur Benny Krisbianto yang sering menggelar acara untuk warga Indonesia di Philadelphia.

Lain lagi cerita Pastor Lukas Kusuma. Pemimpin Bethany Miracle Center ini menuturkan banyak warga Indonesia di New York atau negara bagian lain yang berniat pindah ke Philadelphia untuk mencari pekerjaan. Bahkan banyak di antaranya yang minta dicarikan apartemen. ’’Saya minta mereka untuk menunda dulu niatnya untuk pindah karena warga di Philadelphia tengah bergulat memerangi COVID-19,’’ katanya. ‘’Mungkin harus menunggu hingga bulan Juni atau Juli. Kita lihat-lihat dulu,’’ sambungnya.

Lukas Kusuma bahkan mengungkapkan adanya opini yang terbentuk di antara warga Indonesia di New York, lebih baik melakukan tes di Philadelphia daripada di New York, karena keterbatasan tenaga dan lamanya menunggu hasil test. 

Pastor Lukas Kusuma, Pimpinan BMC Philadelphia

Karena itu, Lukas meminta warga Indonesia agar lebih berhati-hati bila mendengar cerita miring tentang nasib para pekerja Indonesia. ‘’Misalnya ada yang bercerita dimasukkan dalam van yang penuh sesak coba tanyakan: Sumbernya dari mana dan siapa yang bercerita? Kapan kejadiannya? Siapa nama agen yang membawa mereka? Kalau ada nama pengemudinya?’’ kata Lukas Kusuma.

Diskusi seru ini ditutup dengan pertanyaan dari Arifi Saiman. Konsul Jenderal RI yang rajin menggelar diskusi untuk mengetahui kondisi warga Indonesia di Pantai Timur AS minta data berapa agen dan pekerja TKI yang tinggal di Philadelphia. ‘’Kami hanya ingin tahu informasi apabila ada warga yang meninggal dunia. Kami tidak akan berurusan dengan pihak imigrasi AS,’’ kata Arifi Saiman.

Arifi Saiman, Konjen RI di New York.

Menurut Bambang Tribuwono, pihaknya tidak tahu pasti jumlah agen di Philadelphia. ”Yang pasti lebih dari 5 agency, dan belum termasuk sub agen. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di agen kami sekitar 200 hingga 250 orang. Bukan jumlah seluruh jumlah TKI di Philadelphia,” kata Bambang Tribuwono menjelaskan.

Acara yang dimulai pukul 10.00 pagi ditutup pada pukul 12.00 siang waktu setempat. ‘’Terima kasih kepada para partisipan, dan diskusi seperti ini akan digelar semakin banyak sehingga ada diskusi antara para pemimpin masyarakat Philadelphia dengan pihak Konjen RI di New York,’’ kata Arifi Saiman, Konsul Jenderal RI New York (DP/Lead foto: B. Anggono)