Press "Enter" to skip to content

Hong Kong Kehabisan Mata Uang Dolar AS: Ada Apa?

Antrian terlihat di sebuah di money changer di sejumlah distrik Kowloon, Hong Kong, belakangan ini. Tempat penukaran uang lain di kota itu juga ramai pengunjung. Akibat serbuan warga, beberapa lokasi penukaran uang di Hong Kong, terpaksa menolak ratusan pelanggan karena kehabisan mata uang dolar AS.

Seperti dilaporkan South China Morning Post, salah satu pemilik penukaran mata uang asing menyatakan permintaan dolar AS melonjak cukup tajam pekan ini.

 

Ternyata para pemborong dolar AS itu ketakutan bila nilai mata uang dolar Hong Kong bakal merosot terhadap mata uang assig. Terutama mata uang AS. Kekhawatiran itu makin terasa, setelah mendengar pertanyaan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

”Kelak Hong Kong tidak lagi menjadi kawasan otonomi, dengan UU baru yang diusulkan Beijing,” katanya. UU Keamanan Nasional yang tengah digodok di Parlemen China itu antara lain menyebutkan petugas keamanan akan menindak tegas berbagai aksi yang  mengarah pada pemisahan diri dari China dan aksi subversi, terorisme, serta campur tangan asing.

Pernyataan Menlu AS itu tak pelak membuat warga Hong Kong panik. Meski Direktur Eksekutif Hong Kong Monetary Authority Eddie Yue Wai-man menjelaskan, cadangan devisa mata uang asing masih berkisar $ 440 miliar. ”Belum ada tanda-tanda mata uang asing keluar dari sistem perbankan Hong Kong” katanya.

Antrean mengular terlihat di sejumlah distrik Kowloon, termasuk Tsim Sha Tsui dan Sham Pui Po. Eric Wong Wai-Lam yang mengendalikan Rich Bird Currency Exchange di Sham Pui Po tak mau menghalau pergi ke-600 pelanggannya yang antre menukarkan simpanan dolar HK milik mereka ke mata uang AS. ”Kami tidak melayani penukaran uang US dolar hingga pekan depan,” kata Eric Wong Wai-Lam.

Ia menambahkan, permintaan dolar AS melonjak hingga 10 kali lipat pekan ini. Bahkan banyak pelanggannya membawa mata uang bernilai besar sampai jutaan dolar Hong Kong. ”Mata uang dolar AS habis di mana-mana. Kami hanya melayani pelanggan tetap,” sambung Eric Wong Wai-Lam. Ia menambahkan bahwa pelanggan pun bersedia menukarkan uangnya dengan mata uang Eropa lain dan Australia.

Sementara itu HSBC, bank terbesar di Hong Kong hanya sebagian kecil cabangnya yang mengalami kehabisan mata uang dolar AS. Tidak semua dari cabangnya sebanyak 39 lokasi mengalami paceklik dolar.

Lalu apakah ada indikasi bakal terjadi krisis dolar di Hong Kong? Kepanikan membeli dolar AS ini mencerminkan Hong Kong berada di tengah perang politik antara AS dan Beijing. ”China dan AS cuma saling gertak saja,” kata Kevin Chan penjaga toko penukaran uang di Hong Kong. ”Hal ini selalu terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Tidak usah panik,” katanya. (Sarif/DP)