Press "Enter" to skip to content

Philadelphia ikut Bergolak. Mobil Polisi Dibakar & Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Walikota Philadelphia Jim Kenney memberlakukan jam malam di Kota Philadelphia Sabtu 30 Mei 2020. Jam malam yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat itu dimaksudkan untuk mencegah makin meluaskan aksi massa atau penjarahan yang dialami sejumlah kota-kota lain di AS. Jam malam yang diberlakukan itu berakhir Minggu pukul 06.00 pagi. ”Hanya mereka yang melakukan tugas-tugas esensial yang diizinkan keluar rumah,” tulis pernyataan Kantor Walikota Philadelphia.

Kericuhan terjadi di beberapa kawasan di Philadelphia sejak Sabtu siang waktu setempat. Sebuah mobil patroli polisi dibakar massa di perempatan antara Broad dan Vine Street. Insiden ini terjadi setelah terjadi bentrok antara massa dengan satuan kepolisian Philadephia, Sabtu siang.

Ratusan massa demonstran berkumpul di luar gedung Walikota Philadelphia dan berlutut selama beberapa menit untuk menghormati George Floyd, korban yang tewas karena diduduki lehernya dengan lutut oleh Derek Chauvin. Kelompok demonstran ini kemudian menuju ke Art Museum bergabung dengan masa demonstran lainnya.

 

”Kondisi di Philadelphia, khususnya di Broad Street dekat city hall rawan demonstrasi dan terjadi pembakaran di beberapa titik, mobil polisi dibakar. Harap hati-hati dan menghindari lokasi rawan seperti di North Broad St dan Vine ke arah City Hall,” bunyi imbauan Pastor Theny Landena, Pastor ICC dan salah satu tokoh masyarakat Indonesia di Philadelphia.

Sejumlah demonstran mengangkat tangannya sambil menyuarakan “Kami menyerah” saat ditembaki dengan gas air mata oleh petugas.

Sementara itu di sejumlah lokasi lain, massa demonstran melakukan perusakan dan aksi vandalisme. Di antaranya mengecat bagian depan restoran Fridays dengan kata-kata “Black Lives Matter”. Polisi tampak berjaga-jaga di depan Patung Frank L. Rizzo, mantan walikota Philadelphia yang biasa menjadi sasaran demonstrasi.

Patung Rizzo mengundang kontroversi sejak beberapa tahun ini. Saat menjadi walikota Philadephia, Frak L Rizzo dikenal dengan sikapnya yang diskriminatif terhadap kelompok minoritas dan kaum gay.

Kerumunan massa di sekitar S Broad Street (Foto: Pastor Theny Landena)

Lain halnya dengan Jamial Hankinson. Perempuan 50 tahun ini tampak emosional, Ia berteriak-teriak sambil memegang kertas bertuliskan: “I am an angry black woman!”, katanya kepada harian Philadelphia Enquirer

”Kami punya hak untuk marah karena kami selalu hidup di tengah ketakutan, dan kami juga membesarkan anak-anak di tengah ketakutan, tutur Jamial yang memiliki dua anak itu. Trauma tersebut, menurutnya, masih melekat di antara mereka dan akan tertinggal pada generasi selanjutnya.

Pembakaran mobil polisi oleh massa di Philadephia (Foto: Pastor Theny Landene)

”Saya kesal dan capek. Hal ini akan tetap berlangsung terus, hingga semua berakhir,” kata Jamial Hankinson, 50 yang sehari-hari menjadi guru di Henry C. Lea Elementary School, Philadelphia. Jamial adalah ibu dari seorang putra berusia 27 tahun dan putri berusia 28 tahun. (Disarikan dari The Philadelphia Enquirer)

Sementara itu, Arifi Saiman, Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, mengeluarkan imbauan bagi warga Indonesia di berbagai negara bagian. Mereka yang tinggal di Connecticut, Delaware, Massachusetts, Maryland, Maine, North Carolina, New Hampshire, New Jersey, New York, Philadelphia, Rhode Island, South Carolina, Virginia, Vermont, West Virginia untuk bersikap tenang dan waspada serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dalam imbauan itu, Konjen RI juga meminta agar menghindari titik-titik unjuk rasa. Juga membatasi kegiatan di luar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak. Warga Indonesia juga diminta mematuhi petunjuk dan arahan otorias setempat, dan tetap memantau pemberitaan dan situasi terkini.

 

Di samping itu, Konjen RI juga meminta warga Indonesia ikut memantau keadaan sesama warga Indonesia dan melaporkan ke KJRI New York bila ada warga yang memerlukan bantuan. Nomor telepon yang bisa dihubungi adalah: 347 806 9279, 646 491 3809, 646 238 8721, 929 366 9842, 929 329 4872.

”Mengingat telah terjadinya eskalasi aksi unjuk rasa di kota New York, diimbau agar warga Indonesia di 5 borough di kota New York untuk senantiasa waspada dan menghindari tempat-tempat berlangsungnya aksi unjuk rasa,” demikian bunyi imbauan KJRI New York yang disebarkan Sabtu 29 Mei 2020.