Press "Enter" to skip to content

Google Tanam Saham $ 4,5 miliar ke Perusahaan India Reliance Jio Platform

Google akan melakukan investasi senilai $ 4,5 miliar ke perusahaan Reliance Jio Platforms. Dalam pernyataan resmi yang diumumkan Rabu lalu, Google akan mendapatkan 7,7% kepemilikan perusahaan India itu. Google sambil menunggu persetujuan dari pemerintah India.

Tak cuma itu. Menurut Business Insider, kedua perusahaan yang bakal merger itu berencana membuat telepon genggam Android. Pesawat telepon itu diharapkan bakal melengkapi peralatan komunikasi bagi miliaran pengguna di India.

 

”Setiap orang berhak menikmati akses internet,” tulis Sundar Pichai, CEO Google di akun Twitternya. ”Ratusan juta orang di India yang tidak punya telepon pintar bakal punya akses ke internet,” tulis Sundar Pichai.

CEO Google itu tak lupa mengungkapkan bahwa dana $ 4.5 miliar itu diambil dari dana Google bernilai total $ 10 miliar yang akan ditanamkan di India. Maklum, Sundar Pichai kenal dekat dengan konglomerat Keluarga Ambani. Sundar hadir pada acara pernikahan Akash Ambani, pemilik perusahaan raksasa Reliance Jio Platforms di Mumbai, tahun 2019 lalu.

Jio Platform yang punya 369 juta lebih pelanggan mampu mengembangkan sayap usahanya. Termasuk aplikasi mirip Zoom dan aplikasi musik bernama JioSaavn.

Di samping itu, beberapa perusahaan raksasa dunia juga ikut menanam sahamnya di Jio Platforms. Bulan April lalu, Facebook menanam investasi sebesar $ 5.7 miliar dengan juga dengan Qualcomm yang mempertaruhkan dana sekitar $ 100 juta. Demikian juga yang dilakukan Saudi Arabia Public Investment fund, KKR, Vista Equity Partners dan perusahaan lainnya.

Jio Platform, salah satu anak perusahaan Reliance Jio itu, bagaikan perusahaan India yang melejit seperti meteor, tulis Business Insider. Empat tahun lalu, perusahaan itu menawarkan akses data 4G ke jutaan pengguna telepon India.

Gelombang pengguna internet dunia dinilai menguntungkan Google atau Facebook. Kedua perusahaan AS yang berpengalaman di Barat melirik kawasan Asia yang tengah melonjak ekonominya, dengan memberi kemudahan bagi Asia. (DP)